Fenomena Pantai Pasir Anjing - Wisata PULAU TALIABU (Provinsi Maluku Utara)

Fenomena Pantai Pasir Anjing - Wisata PULAU TALIABU (Provinsi Maluku Utara)


Desa Jorjoga terkenal dengan pantai pasir putih yang menawan dan memanjang sekitar 3,5 km. Disamping itu terdapat fenomena yang unik, yakni kawasan pasir di pantai ini mengeluarkan bunyi lengkingan suara anjing ketika diinjak sehingga pantai ini disebut Pantai Pasir Anjing. Pantai ini berada di Desa Jorjoga, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Saat Anda sedang berjalan melewati pantai pasir anjing maka akan terdengar suara "Ngiiik, ngiiik, ngiiik". Semakin cepat hentakan kaki maka semakin banyak lengkingan tersebut terdengar, seakan-akan ada kawanan anak anjing yang berlari mengejar-ngejar. Suara tersebut semakin jelas terdengar saat terik matahari. Namun, saat pagi hari atau ketika turun hujan dan pasirnya lembab, suara tersebut kurang terdengar. Luasan pasir anjing hanya sekitar 50 meter persegi yang mungkin mengandung unsur tertentu sehingga menimbulkan bunyi tersebut, belum ada penelitian spesifik yang menjelaskan fenomena alam ini. Sementara hamparan pasir lainnya disekitar pasir anjing tersebut merupakan pasir biasa dan tidak berbunyi demikian. 

Fenomena Pantai Pasir Anjing - Wisata PULAU TALIABU (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Fahrul Marsaoly
Untuk mencapai pantai ini, dapat menggunakan moda transportasi laut maupun darat. Lewat laut, perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dari Bobong, ibukota Pulau Taliabu. Perjalanan jalur darat justru memakan waktu yang lebih lama, yakni tiga jam. Itupun jika kondisi jalan tidak sedang berlumpur dan sungai-sungai yang tanpa jembatan arusnya tidak deras sehingga aman dilewati kendaraan.

Pulau Tabila - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Tabila - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)


Pulau Tabila terdapat lokasi yang baik untuk diving. Pulau Tabila berdekatan dengan Desa Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Akses ke Pulau Tabila cukup dekat dengan Desa Lede, dengan menggunakan speedboat waktu tempuhnya hanya sekitar 15 menit. 

Saat diving, Anda dapat menjumpai ikan karang sebagai penghuni daerah tersebut, beberapa biota menarik yang dapat dijumpai seperti pipe fish, flate worm, beberapa jenis gobby, jenis ikan baramundi dan daerah ini memiliki tutupan karang yang cukup baik. Titik kordinat yang didapat untuk kawasan ini adalah S 1°41′25.7″ E 124°20′57.0″ dengan kejernihan air 15 hingga 25 meter dengan suhu 27-28 derajat Celcius, kecepatan arus sekitar 2 knot. 

Pulau Tabila - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Rukun
Di Pulau Tabila terdapat danau yang menurut warga setempat di dalam danau tersebut terdapat beberapa buaya yang sering berkeliaran. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelam yang memiliki hobi untuk melihat salah satu reptil yang berbahaya tersebut untuk dijadikan objek foto. 

Air Terjun Kalimat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Air Terjun Kalimat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara menyimpan salah satu misteri yakni "Air Kalimat", konon pada jaman dahulu air terjunnya sering terdengar "Kalimat Syahadat" sehingga air terjun ini di sebut "Air Kalimat" atau "Air Terjun Kalimat". Air terjun ini merupakan salah satu Objek Wisata Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Sebelum mencapai Air Terjun Kalimat, Anda terlebih dahulu harus melewati Batu Papan. Batu Papan memiliki panorama yang sangat indah dan unik. Dari Batu Papan ke Air Terjun tersebut jaraknya sekitar 3 km. Aliran Air Terjun Kalimat mengalir melewati Batu Papan tersebut.

Air Terjun Kalimat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Fadhil (Batu Papan)
Air Terjun Kalimat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Fadhil (Batu Papan)
Desa Jorjoga dapat dicapai dengan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Bobong, Ibukota Kabupaten Taliabu.

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Desa Lede adalah salah satu tempat wisata Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Desa Lede merupakan salah satu tempat diving yang menarik untuk dijelajahi dan juga memiliki panorama alam yang indah. Pantai Lede dengan pasir putih yang halus dengan laut yang biru membuat Anda betah menikmati panorama yang indah, pantai pasir putih ini membentang sepanjang sekitar 3 km. Pantai Lede dikenal juga dengan sebutan "Pantai Laleo"

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Retnanda
Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Retnanda
Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Desep
Di perairan Desa Lede terdapat beberapa biota yang unik, Anda dapat menemukan wonderpus, giant gobby, jenis-jenis ikan karang yang bergerombol dsb. Selain itu juga terdapat spesies seperti Nudibranch dengan tipe dan warna yang bervariasi. Lokasi penyelaman ini terdapat pada titik korodinat S 1°41′52.8″ E 124°21′55.8″ dengan jarak pandang air mencapai 15 sampai 20 meter dan suhu air berkisar antara 27-29 derajat Celcius dengan kecepatan arus hingga mencapai 2 knot.

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Jason Isley - Diego Andres Garcia
Anda juga dapat mengelilingi Desa Lede dan melihat kehidupan masyarakat disana. Desa ini dapat ditempuh dengan menggunakan speedboad dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari pelabuhan Bobong, Ibukota Pulau Taliabu.

Pulau Seho - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Seho - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Seho memiliki keindahan alam yang mempesona. Perairan Pulau Seho yang sangat jernih dan alami juga sangat cocok untuk kegiatan snorkeling dan diving. Pulau Seho merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Bagi Anda yang suka eksplorasi alam, Pulau Seho adalah pilihan yang tepat karena terdapat cagar alam.  Tipe habitat utama di pulau ini adalah hutan hujan semi selalu hijau. Topografinya di bagian selatan landai sedangkan di bagian utara bergunung rendah dengan ketinggian maksimal 426 mdpl.

Pulau Seho - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber Foto: Andri
Jenis burung yang dapat ditemukan di daerah ini, seperti: Gosong sula (Megapodius bernsteinii), Walik malomiti (Ptilinopus subgularis), Pergam putih (Ducula luctuosa), Perkici baenandonka (Trichoglossus flavoviridis), Serindit maluku (Loriculus amabilis), Kepudang-sungu kelabu (Coracina schistacea), Kepudang-sungu sula (Coracina sula), Sikatan-rimba Sula (Rhinomyias colonus), Raja-perling sula (Basilornis galeatus). Selain itu, Anda dapat menemukan burung endemik Maluku Utara seperti: Kakatua Alba (Cacatua alba), Nuri Ternate (Lorius garrulus), Perkicit Violet (Eos squamata), dan Burung Rangkong (Rhyticeros plicatus). Hal menarik lainnya juga terdapat fauna yakni Penyu hijau (Chelonia mydas) di pulau Seho.

Pulau Seho pada bagian yang terdekat hanya berjarak sekitar 4 km dari Bobong, Ibukota Pulau Taliabu. Anda dapat menyewa perahu kecil di pelabuhan Bobong.

Diving - Wisata Pulau Morotai

Diving - Wisata Pulau Morotai


Diving Spot di Pulau Morotai mencapai 28 titik dan mungkin saja lebih dari itu. Di perairan Morotai bukan hanya terdapat beragam terumbu karang yang indah dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni. Yang menjadi daya tarik utama adalah banyaknya peninggalan benda bersejarah pada zaman Perang Dunia II yang dapat Anda temukan di dalam laut sekitar Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Diving - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Indonesia Dive Directory
Salah satu peninggalan Perang Dunia II yang paling terkenal adalah bangkai pesawat yang diduga adalah jenis Bristol Beuford buatan Australia yang tenggelam di kedalaman 40 meter. Di Wawama dan Totodaku terdapat pesawat sekutu dan jip, Di Mira terdapat kapal karam. Di Buho buho dan dekat Dodola terdapat pesawat tempur. Terdapat berbagai lokasi Taman Laut di perairan pulau Morotai, yakni di sekitar Pulau Sumsum, Ngele Ngele Besar, Koloroi, Dodola, Pulau Rao, dan Lungu Lungu.

Diving - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto IDD & Cipto Aji Gunawan (Indonesia Dive Directory)
Informasi tentang titik penyelaman secara detil dapat Anda temukan di situs Indonesia Dive Directory. Sedangkan, jika Anda memerlukan operator penyelaman Anda bisa masuk ke situs Shark Diving Indonesia yang memiliki kantor di Kota Daruba, Ibukota Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Batu Kopi - Wisata Pulau Morotai

Batu Kopi - Wisata Pulau Morotai

Batu Kopi ada di pesisir pantai Pulau Posiposi-Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Batu ini sangat unik karena pada waktu tertentu menebar bau kopi padahal tidak terdapat tanaman kopi di area sekitarnya. Selain itu, Batu Kopi ini juga indah sekali yang berada di hamparan pasir putih dan dibawah batu terdapat lubang cukup besar.

Batu Kopi - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Anton Abdul Karim
Batu Kopi yang berupa batu karang dianggap mengandung misteri oleh warga. Setiap hari, pada waktu sekitar jam 8 - 10 pagi dan 3 - 5 sore, batu tersebut menebar aroma kopi segar. Aroma itu hanya tercium sekitar 10 meter di sekeliling batu tersebut. Menurut warga setempat, jika ingin mencium aroma tersebut maka Anda harus tenang dan tidak boleh ada keributan disekitarnya. Jika datang bersama dengan rombongan ke tempat ini, maka ada beberapa diantaranya pasti tidak akan mencium aroma kopi tersebut karena hal itu sudah sering terjadi.

Di lokasi Batu Kopi belum tersedia fasilitas untuk turis. Jika, Anda ingin menikmati air terjun, Anda bisa berjalan kaki kira-kira sekitar 500 meter dari Batu Kopi dengan menyusuri sungai yang bermuara ke laut. Trekking ini tentunya menjadi pengalaman tak terlupakan. Apalagi hutannya yang masih alami.

Jika Anda berangkat dari Kota Daruba (Pulau Morotai) maka Anda perlu menggunakan speedboat untuk mencapai Pulau Posiposi Rao. Lama perjalanannya bisa sekitar 1.5 jam.