Diving - Wisata Pulau Morotai

Diving - Wisata Pulau Morotai


Diving Spot di Pulau Morotai mencapai 28 titik dan mungkin saja lebih dari itu. Di perairan Morotai bukan hanya terdapat beragam terumbu karang yang indah dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni. Yang menjadi daya tarik utama adalah banyaknya peninggalan benda bersejarah pada zaman Perang Dunia II yang dapat Anda temukan di dalam laut sekitar Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Diving - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Indonesia Dive Directory
Salah satu peninggalan Perang Dunia II yang paling terkenal adalah bangkai pesawat yang diduga adalah jenis Bristol Beuford buatan Australia yang tenggelam di kedalaman 40 meter. Di Wawama dan Totodaku terdapat pesawat sekutu dan jip, Di Mira terdapat kapal karam. Di Buho buho dan dekat Dodola terdapat pesawat tempur. Terdapat berbagai lokasi Taman Laut di perairan pulau Morotai, yakni di sekitar Pulau Sumsum, Ngele Ngele Besar, Koloroi, Dodola, Pulau Rao, dan Lungu Lungu.

Diving - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto IDD & Cipto Aji Gunawan (Indonesia Dive Directory)
Informasi tentang titik penyelaman secara detil dapat Anda temukan di situs Indonesia Dive Directory. Sedangkan, jika Anda memerlukan operator penyelaman Anda bisa masuk ke situs Shark Diving Indonesia yang memiliki kantor di Kota Daruba, Ibukota Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Batu Kopi - Wisata Pulau Morotai

Batu Kopi - Wisata Pulau Morotai

Batu Kopi ada di pesisir pantai Pulau Posiposi-Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Batu ini sangat unik karena pada waktu tertentu menebar bau kopi padahal tidak terdapat tanaman kopi di area sekitarnya. Selain itu, Batu Kopi ini juga indah sekali yang berada di hamparan pasir putih dan dibawah batu terdapat lubang cukup besar.

Batu Kopi - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Anton Abdul Karim
Batu Kopi yang berupa batu karang dianggap mengandung misteri oleh warga. Setiap hari, pada waktu sekitar jam 8 - 10 pagi dan 3 - 5 sore, batu tersebut menebar aroma kopi segar. Aroma itu hanya tercium sekitar 10 meter di sekeliling batu tersebut. Menurut warga setempat, jika ingin mencium aroma tersebut maka Anda harus tenang dan tidak boleh ada keributan disekitarnya. Jika datang bersama dengan rombongan ke tempat ini, maka ada beberapa diantaranya pasti tidak akan mencium aroma kopi tersebut karena hal itu sudah sering terjadi.

Di lokasi Batu Kopi belum tersedia fasilitas untuk turis. Jika, Anda ingin menikmati air terjun, Anda bisa berjalan kaki kira-kira sekitar 500 meter dari Batu Kopi dengan menyusuri sungai yang bermuara ke laut. Trekking ini tentunya menjadi pengalaman tak terlupakan. Apalagi hutannya yang masih alami.

Jika Anda berangkat dari Kota Daruba (Pulau Morotai) maka Anda perlu menggunakan speedboat untuk mencapai Pulau Posiposi Rao. Lama perjalanannya bisa sekitar 1.5 jam.

Air Kaca - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Air Kaca - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Air Kaca pada masa Perang Dunia II merupakan sumber mata air yang vital bagi pasukan AS. Mata air ini juga sering digunakan Jenderal Mac Arthur untuk mandi dan konon ketika Mac Arthur mandi di tempat ini, dia dapat melihat ramalan dalam berperang nanti. Wisata Air Kaca adalah salah satu objek wisata yang dapat Anda temukan di Kab. Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Air Kaca sebenarnya merupakan sungai bawah tanah yang muncul di permukaan tanah. Disebut Air Kaca karena mata airnya sangat bening, bila sebuah jarum dijatuhkan maka kita bisa melihat jarum tersebut di dalam air. Namun, saat ini airnya tidak sejernih dulu. Air Kaca ini biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air minum, tempat mandi dan beristirahat Jenderal Mac Arthur beserta perwira lainnya sehingga disterilkan oleh tentara sekutu dari jangkauan masyarakat setempat.

Sumber Air Kaca mengalir ke pantai Transmeter yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi Air Kaca. Sebagian besar warga Pulau Morotai secara turun-menurun menyakini Air Kaca ada penunggunya yang gaib. Warga mengatakan ada satu wanita dan satu laki-lagi, namun mereka tidak mengganggu. Air Kaca juga dipercayai membawa berkah, warga percaya jika ada yang tidak punya keturunan bisa mengambil airnya untuk diminum. Selain itu, dapat mengobati berbagai penyakit tergantung bagaimana Anda punya niat untuk memintanya. Jika ingin yang lebih besar maka harus bersemedi terlebih dahulu. Itulah mistis Air Kaca yang masih dipercaya hingga saat ini.

Air Kaca berada di Wamama, sangat dekat dengan pusat Kota Daruba, dengan perjalanan sekitar 5 menit anda sudah bisa sampai ke lokasi wisata dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sebuah papan dengan tulisan objek wisata “Air Kaca” akan menjadi petunjuk bahwa Anda telah tiba di lokasi. Dari papan tulisan tersebut ke lokasi Air Kaca hanya sekitar 50 meter. Wisata Air Kaca sangat dekat dengan Wisata sejarah lainnya di Pulau Morotai yakni Landasan Pitu yang jaraknya hanya 1 km.

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Teuro Nakamura adalah salah satu sejarah yang sangat menarik di Pulau Morotai, provinsi Maluku Utara. Nakamura adalah prajurit Jepang yang paling terakhir dan menyerah pada akhir tahun 1974. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai mendirikan Monumen Teruo Nakamura untuk mengenang sejarah dimana Pulau Morotai dulu memiliki peran strategis sebagai salah satu basis pada Perang Dunia II.

Cerita ini dimulai dari pasukan Jepang yang menguasai Pulau Morotai dengan kekuatan sebanyak satu batalyon atau sekitar 1000 orang personel. Namun, Pasukan Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat dan Australia mengirimkan sembilan divisi atau sekitar 90 ribu pasukan untuk merebut pulau itu dari Jepang pada 1944. Pasukan Jepang kewalahan dan beberapa berhasil lari bersembunyi, salah satunya adalah Teuro Nakamura. Pada umumnya, prajurit Jepang yang bersembunyi itu tak mau menyerah oleh pihak sekutu. 

Nakamura berasal dari penduduk asli Taiwan dan saat itu Taiwan menjadi koloni Jepang. Lahir pada tahun 1919, ia terkena wajib militer dan dimasukkan ke dalam sebuah Unit Sukarela Takasago dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang pada bulan November 1943. Ia ditempatkan di Pulau Morotai di Indonesia tak lama sebelum pulau tersebut ditaklukkan oleh Sekutu pada bulan September 1944 dalam Pertempuran Morotai. Ia dinyatakan tewas pada bulan Maret 1945. 

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Sejarah ditemukannya Prajurit Teuro Nakamura
Ada seorang warga Desa Pilowo yang bernama Baicoli, bersahabat dengan Nakamura selama puluhan tahun. Baicoli bertemu Nakamura saat sedang berburu babi hutan. Dari pertemuan itu, mereka bersahabat. Baicoli sering mengunjungi Nakamura di tempat persembunyiannya untuk membawakan bahan-bahan makanan yang dibutuhkan seperti gula, garam, atau teh. Hingga pada akhirnya Baicoli merasa akan meninggal pada waktu itu, dia memberikan wasiatnya kepada anaknya, Luther Goge, untuk melanjutkan persahabatan dengan Nakamura dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkannya. Luther kemudian dikenalkan oleh ayahnya dan kemudian melanjutkan persahabatannya itu.

Namun, Luther pada tahun 1974, mulai merasakan hidupnya tak akan lama lagi. Ia mulai khawatir dengan keadaan Nakamura. Luther tak memiliki anak yang akan melanjutkan hubungannya dengan Nakamura. Pada akhirnya ia melaporkan tentang persahabatannya itu kepada Kapolsek Pulau Morotai, Kapten Lawalata tentang adanya prajurit Jepang yang bersembunyi di hutan.

Pada awalnya, Kapten Lawalata selaku kapolsek belum meyakini laporan dari Luther Goge itu. Sehingga, ia melaporkan hal tersebut kepada Komandan Pangkalan Udara TNI AU di Pulau Morotai, Kapten Supardi. Kapten Supardi akhirnya memutuskan untuk menjemput Nakamura. Sebuah tim penjemput beranggotakan sebanyak 20 orang disiapkan dan Supardi memimpin penjemputan itu.

Pada tanggal 18 Desember 1974 tim berangkat dari pusat kota Pulau Morotai ke kawasan hutan di Desa Pilowo, tempat persembunyian Nakamura. Saat menjelang malam, mereka pun mendirikan tenda dan bermalam. Ada seorang anggota dari tim tersebut bernama Sersan Mayor Hanz Anthony yang fasih berbahasa Jepang. Ia kemudian merancang skenario penangkapan Nakamura. Ia mengajarkan lagu Kimigayo, lagu kebangsaan Jepang kepada seluruh tim. Tim penjemput pun menghapalkannya. Selain lagu, tim juga membawa foto Presiden Soeharto beserta bendera merah putih dan foto Perdana Menteri Jepang pada waktu itu Kakuei Tanaka beserta bendera matahari Jepang. Skenarionya adalah, saat Nakamura muncul, maka tim penjemput menyanyikan lagu kebangsaan Jepang dan mengibarkan bendera Jepang dan merah putih serta menunjukkan foto Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Kakuei Tanaka.

Pada tanggal 19 Desember 1974 pagi hari, tim penjemput kembali bergerak mencari Nakamura. Setelah beberapa saat berjalan, tim menemukan gubuk persembunyian Nakamura. Pada waktu ditemukan, Nakamura sedang tidak ada di tempat. Tim penjemput pun kemudian bersembunyi. Saat Nakamura kembali, tim kemudian mengepung gubuk itu. Nakamura terkejut dan raut wajahnya terlihat sangat tegang dan berusaha masuk ke dalam gubuk. Sesuai sekenario, tim menyanyikan lagu Kimigayo dan mengibarkan foto serta bendera. Mendengar itu, Nakamura langsung berdiri tegak dan dalam keadaan siap. Saat itulah, Sersan Mayor Hanz Anthony menyergap Nakamura. Tim kemudian menodongkan senjata ke arah Nakamura dan menyuruhnya angkat tangan. Pada saat itu juga Nakamura menyerah kepada Pasukan TNI AU. Sersan Mayor Hanz Anthony kemudian berbicara kepada Nakamura dalam bahasa Jepang. Hanz menginformasikan bahwa perang telah usai sejak 29 tahun lalu. Jepang, sebagai negara yang dibela Nakamura juga kalah dalam perang tersebut oleh sekutu. Hanz juga menginformasikan bahwa Pulau Morotai saat ini adalah daerah merdeka dan bergabung dengan negara yang bernama Indonesia. Hanz pun menunjukkan foto Presiden Soeharto sebagai kepala negara Indonesai saat ini. Tak lupa, Hanz juga menunjukkan foto Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka sebagai kepala pemerintahan Jepang.

Kehidupan Teuro Nakamura selama 30 tahun bersembunyi di hutan
Kondisi Nakamura saat ditemukan hanya memakai baju yang terbuat dari karung goni. Tubuhnya tinggi besar dan terawat. Kulitnya putih. Tim kemudian masuk ke dalam gubuk Nakamura. Gubuk itu hanya seluas 2 x 2 meter. Terbuat dari kayu dan beratap rumbia. Di dalam gubuk, terdapat tumpukan kayu yang sudah melengkung. Kayu itu melengkung karena dijadikan tempat tidur Nakamura. Selain itu, berdasarkan cerita Serma Hanz Anthony yang bisa berbicara dengan Nakamura dalam bahasa Jepang, Nakamura menggunakan itu untuk membakar dirinya sendiri, jika suatu saat ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Di langit-langit gubuknya, ditemukan satu buah senjata yang disimpan Nakamura. Senjata itu ia rawat sejak masa perang, 30 tahun sebelumnya. Di lantai yang terbuat dari tanah itu, ditemukan 14 peluru aktif. Di dalam rumahnya juga terdapat satu botol besar yang berisi minyak babi. Digunakan Nakamura untuk merawat senjatanya dan untuk bumbu makanan. Di kompleks gubuk itu, Nakamura menanam berbagai macam tanaman. Ia menanam jenis umbi-umbian seperti ubi dan singkong. Ia membangun pagar terbuat dari kayu untuk mengelilingi gubug dan pekarangannya itu.

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Setelah ditangkap, Nakamura diberikan baju seragam oleh TNI AU. Tanpa diikat atau diborgol, Nakamura dibawa oleh tim ke pangkalan TNI AU melalui jalur laut menggunakan speedboatNakamura yang sudah 30 tahun bersembunyi tidak berinteraksi dengan peradaban, terlihat bingung saat melihat keramaian. Ia kemudian dibawa ke pangkalan TNI AU dan dirawat di sana untuk dicek kesehatannya. Menurut keterangan dokter keadaan Nakamura baik-baik saja. Sersan Mayor Hanz Anthony menjelaskan Nakamura bersembunyi di dalam hutan karena menyangka Pulau Morotai masih dikuasai oleh Pasukan Sekutu. Apalagi, di Pulau Morotai terdapat Pangkalan TNI AU, sering dikunjungi oleh pesawat Hercules. Nakamura menyangka itu adalah pesawat Pasukan Sekutu. Sehingga saat ada pesawat Hercules TNI AU, Nakamura bersembunyi dan merunduk di hutan.

Pada akhirnya Nakamura dijemput oleh Kepala Staf Angkatan Udara waktu itu, Marsekal Saleh Basarah dari Jakarta dengan pesawat Hercules. Setelah Nakamura di bawa ke Jakarta, ia diserahkan ke Kedutaan Besar Jepang. Pada awalnya, Nakamura ingin dikembalikan ke Jepang. Namun, ia terhalang masalah administrasi. Karena, ternyata diketahui bahwa Nakamura hanya seorang pasukan sukarela atau wajib militer pasukan Jepang dari Taiwan. Nakamura akhirnya dibawa ke Taiwan. 

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai


Tanjung Gorango yang berada di antara Desa Gorua dan Korago (Kecamatan Morotai Utara) akan membuat Anda berdecak kagum dengan keindahannya. Landscape Tanjung Gorango, laut yang biru, dan hamparan pasir putih akan membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati keindahannya. Tanjung Gorango adalah salah satu tempat wisata yang dapat Anda temukan di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Perjalanan dari Kota Daruba yang merupakan Ibukota Kabupaten Pulau Morotai ke Tanjung Gorango cukup lama yakni sekitar 3 Jam. Di lokasi ini belum tersedia fasilitas apapun sehingga ada baiknya Anda siapkan bekal terlebih dahulu. Sebaiknya Anda menyewa mobil untuk menuju ke tempat ini karena kondisi jalan yang masih belum baik dan berdebu saat di musim kemarau. Selama perjalanan Anda akan menikmati keindahan alam Pulau Morotai. Ketika Anda sampai tanjung Gorango maka kelelahan Anda di jalan pun menghilang dan menjadi semangat untuk berfoto ria dan menjelajahi sekitar lokasi tersebut.

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Pambapontar
Di sisi kiri dari Tanjung Gorango terdapat bebatuan serta bongkahan-bongkahan karang dan tebing yang menambah keindahan landscape Tanjung Gorango. Saat air laut sedang surut, hamparan pasir putih akan terlebih lebih luas. Di bagian bibir pantai cukup dangkal sehingga aman untuk bermain air. Suara desiran ombak di pantai ini juga membuat suasana semakin sejuk. Ombak di tanjung ini termasuk cukup besar sehingga Anda perlu sedikit berhati-hati.


Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Pambapontar

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai

Pulau Ngelengele adalah pulau menarik lainnya yang dapat Anda kunjungi di kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Anda bisa melihat kehidupan nelayan melakukan pembudidayaan ikan dan mutiara. Pulau Ngelengele terbagi dua yaitu Pulau Ngelengele Besar dan Pulau Ngelengele Kecil.

Di Pulau Ngelengele Anda dapat melihat barisan tong yang terikat kuat, terapung dengan teratur di bibir pantai yang merupakan tempat untuk budidaya ikan kerapu. Bagi Anda yang tertarik dengan pengetahuan di dunia perikanan, tentunya tempat ini layak untuk dikunjungi karena Anda bisa melihat bagaimana caranya nelayan disini membudidayakan ikan tersebut, Anda dapat menanyakan mereka mengenai cara pemilihan bibit ikan atau pemilahan makanan untuk ikan.

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto McBill Abdul Aziz
Selain itu, Anda dapat melihat budidaya mutiara di tempat ini. Hasil budidaya tiram mutiara yang dikelola oleh investor sudah diekspor ke berbagai negara. Mutiara Ngelengele juga dimanfaatkan masyarakat setempat untuk dijadikan berbagai macam aksesoris yang unik dan mewah seperti gelang, cincin, atau rangkaian kalung mutiara. Tentunya Anda dapat membeli disini untuk dijadikan oleh-oleh bagi orang yang Anda kasihi. 

Selain itu, Ngelengele juga memiliki cemilan favorit yakni buah Amo atau dikenal buah Sukun di Jawa. Masyarakat setempat biasanya mengolah buah ini menjadi berbagai macam kudapan. Amo dapat digoreng dalam minyak panas, dimasak, atau diolah menjadi kuah bersantan. Selain itu dapat dinikmati menjadi keripik dengan olesan gula nan lezat.

Pulau Ngelengele juga memiliki hamparan pasir pantai putih yang halus dan memiliki landscape yang indah. Sangat cocok Anda menjelajahi keindahan pulau ini. Pulau Ngelengele dapat diakses dengan menyewa speedboat dari Kota Daruba, Pulau Morotai. Lama perjalanannya ke Pulau Ngelengele besar adalah sekitar 45 menit, sedangkan ke Pulau Ngelengele kecil adalah sekitar 30 menit.

Pulau Dodola - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola adalah pulau yang wajib Anda kunjungi saat di Morotai. Pulau ini sangat mempesona hingga Pemerintah daerah setempat menyebutkan Pulau Dodola sebagai mutiara di bibir pasifik. Pulau Dodola merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Pulau Dodola Besar & Pulau Dodola Kecil - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola terdapat Dodola Besar dan Dodola Kecil yang jaraknya sekitar 500 meter. Keunikannya Dodola besar dan Dodola kecil menyatu saat air pasang dan terpisah saat air surut. Waktu rentang air surut di lokasi ini cukup lama, yakni antara pukul 10.30 hingga 19.00 waktu setempat. Setiap wisatawan yang berkunjung pasti terpesona dengan keindahan Pulau Dodola. Hamparan pasir putih yang halus dari Pulau Dodola Besar yang menyambung ke Pulau Dodola Kecil, air laut bagaikan kristal, desiran ombak kecil dan langit yang biru membuat pulau ini semakin romantis bagi pengunjung yang membawa pasangannya.

Pulau Dodola Besar & Pulau Dodola Kecil - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis
Kiri: Pulau Dodola Kecil & Kanan: Pulau Dodola Besar (Sumber: Foto Ilhamarch)
Pemerintah daerah menyiapkan cottage bagi turis yang ingin bermalam di Pulau Dodola, Anda bisa menghubungi terlebih dahulu ke kantor pariwisata di kota Daruba. Biaya penginapan cukup terjangkau, namun perlu Anda ketahui tempat ini belum tersedia jaringan listrik sedangkan untuk sinyal telepon masih dapat disini. Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah setempat juga menyiapkan jetski kepada turis setiap akhir pekan namun tarif sewanya cukup mahal yang dihitung perjam. Kegiatan lain yang dapat Anda lakukan disini seperti snorkeling, berenang, dan memancing.

Ada baiknya Anda siapkan lotion SPF dan anti nyamuk. Disini cukup banyak terdapat nyamuk kecil yang disebut "agas" oleh penduduk Morotai.

Akses
Akses ke Pulau Dodola cukup mudah dari Pulau Morotai yakni kota Daruba dengan lama perjalanan sekitar 30 menit, ada baiknya Anda menyewa speedboat seharian meskipun tarifnya cukup mahal supaya Anda dapat sekaligus menjelajahi pulau-pulau terdekat yang memiliki keindahan tersendiri.