Air Terjun Tiga Bidadari - Wisata Halmahera Timur

Air Terjun Tiga Bidadari - Wisata Halmahera Selatan

Air Terjun Tiga Bidadari sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Air terjun ini dinamakan "tiga bidadari" karena konon menurut cerita yang beredar di tengah masyarakat, dulu ada perempuan cantik yang berambut panjang dari kayangan mandi disana. Air Terjun Tiga Bidadari adalah salah satu wisata kab. Halmahera Timur di Provinsi Maluku Utara yang patut Anda kunjungi.

Air Terjun Tiga Bidadari berada di Desa Daka Ino, Kecamatan Wasile Timur. Akses ke lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan motor roda dua dan roda empat, jaraknya sekitar 45 km dari Bandara Buli. Jarak dari jalan utama ke lokasi air terjun tersebut adalah sekitar 3 km, ada baiknya Anda meminta penduduk setempat untuk menjadi pemandu. 

Anda akan trekking memasuki jalan menuju air terjun ini. Selama perjalanannya tentunya Anda akan disuguhi panorama alam pedesaan yang asri dengan hamparan sawah yang terbentang luas dengan latar perbukitan hijau. Daerah ini termasuk daerah transmigrasi dari Jawa pada tahun 1980'an sehingga sistem pertaniannya secara tidak langsung seperti yang ada di Jawa. Setelah itu, Anda akan mulai memasuki hutan yang terkadang jalannya cukup menanjak. 

Air Terjun Tiga Bidadari - Wisata Halmahera Selatan

Anda akan terpesona dengan keindahan air terjun ini ketika Anda sampai di lokasi ini. Air terjun ini merupakan salah satu air terjun terindah di Maluku Utara. Air terjun ini terdiri dari bebatuan kapur yang ketinggiannya sekitar 100 meter dengan lebar 8 meter di bagian atas dan 20 meter di bagian bawah. Sangat bagus untuk Anda jelajahi keindahan air terjun ini.

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Timur

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

Pulau Plum (Pulau Tengah) yang sering disebut juga "Pulau Plun" adalah pulau yang sangat indah dengan luas sekitar 19,27 Hektar dan memiliki taman laut yang luar biasa indah. Bagi para penyuka diving dan snorkeling, tentunya tempat ini harus masuk ke dalam daftar pribadimu yang wajib dikunjungi. Pulau Plun adalah salah satu wisata di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.


Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

Tepi pantai dengan hamparan pasir putih yang halus tentunya membuat Anda tergoda untuk bermain air. Selain itu, area pantai juga cukup luas untuk dijadikan tempat bermain bola dan volley pantai. Anda yang memiliki hobi memancing, tempat ini juga tepat sekali, terdapat ikan tenggiri, barakuda, kerapu, dan sebagainya. Selain itu Anda juga akan menemukan hewan endemik seperti kepiting kenari, burung maleo, dan sebagainya. Tentu saja Anda bisa menjelajahi pulau ini yang masih sangat alami dan terawat, luas pulau ini lebarnya hanya 250 m dengan panjang 1 km. Pulau ini juga banyak terdapat kelelawar yang sering disebut "paniki" pada saat bulan Oktober. Di pulau ini juga terdapat penginapan yang sengaja disiapkan bagi turis yang ingin menginap di pulau ini.


Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah


Akses ke Pulau Plun cukup mudah, Anda dapat menggunakan speedboat dengan lama perjalanan sekitar 60 menit dari Buli ataupun sekitar 30 menit dari ibu kota Maba.

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur



Pulau Woto dikenal juga dengan sebutan "Pulau Otto" dan "Poelo Oto". Pulau ini sering dikunjungi oleh turis mancanegara yang hobi berselancar karena di pulau ini memiliki ombak besar. Pulau Woto berada di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Selain itu Pulau Woto dikelilingi oleh pasir putih yang sangat indah. Pulau Woto termasuk tidak berpenghuni yang letaknya tidak jauh dari desa Bicoli, di Kecamatan Maba Selatan. Adapun beberapa opsi akses untuk mencapai Pulau Woto, yaitu:
1. Perjalanan dari Buli ke Pulau Woto sekitar 2 jam dengan speedboat.
2. Perjalanan dari Maba ke Pulau Woto sekitar 1.5 jam dengan speedboat
Biaya transportasi cukup besar karena anda harus menyewa speedboat tersebut. Perjalanan yang paling dekat adalah dari Desa Bicoli dengan speedboat.

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Meriam dan Bunker peninggalan Jepang pada saat Perang Dunia II dapat Anda temukan di Desa Hatetabako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Benda bersejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi.

Anda dapat melihat moncong meriam yang dengan sengaja telah dirusaki oleh pasukan sekutu dengan cara meledakkan granat di moncong meriam. Kawasan ini di bombardir oleh pasukan sekutu di bulan November hingga Desember 1944.

Bunker Jepang dapat Anda temukan sekitar 50 meter dari pesisir pantai Desa Hatetabako. Bangunan ini memiliki struktur beton dan kerangka besi terdapat empat pintu dan dua ruangan, masing-masing ruangannya dihubungkan dengan lorong-lorong panjang. Bangunan ini dibangun oleh pasukan Jepang pada tahun 1943 untuk menghalau serangan udara dan laut pasukan sekutu yang bermarkas di pulau Morotai. Namun pada tahun 1944 pasukan Jepang dikalahkan oleh sekutu pada perang Pasifik. 

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur
Sumber: Foto Tutu Maluleo

Anda juga dapat menemukan bunker yang terdiri dari 20 pintu yang menjadi tempat persembunyian tentara Jepang. Bunker tersebut terbuat dari tanah liat dan dipahat dengan sempurna. Dari satu pintu ke pintu lain saling berhubungan.

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Selain melihat benda bersejarah, tentunya Anda bisa bersantai di tepi pantai tersebut yang merupakan hamparan pasir putih halus dengan laut yang jernih menjadi tempat yang sangat cocok untuk menikmati pemandangan yang indah dan bermain air. Desa ini jaraknya sekitar 30 km dari Desa Subaim di Kecamatan Wasile. Kondisi jalan belum aspal namun masih bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, waktu kunjungan yang terbaik adalah pada saat musim kemarau.

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Wisata Halmahera Timur

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Wisata Halmahera Timur

Taman Nasional Aketajawe Lolobata terdapat beragam flora dan fauna yang telah menarik minat peneliti untuk berkunjung ke taman nasional ini. Taman Aketajawe Lolobata berada di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Bagi pecinta petualangan, tentunya taman nasional ini juga menjadi hal yang sangat menarik bagi Anda. Salah satu yang paling menarik perhatian bagi pengunjung adalah Burung Bidadari yang langka dan sangat cantik, unik dan juga pandai menari. Burung Bidadari mempunyai sayap yang indah dan berwarna-warni dan sangat memikat hati. 

Taman Nasional Aketajawe Lolobata ditetapkan pada tanggal 18 Oktober 2004 yang luasnya mencapai 167.300 hektar yakni sekitar 9% dari luas Pulau Halmahera. Balai taman nasional ini berada di kompleks Perkantoran Pemda Provinsi Maluku Utara di Kota Sofifi, Anda dapat mencari informasi terlebih dahulu di balai tersebut untuk memudahkan Anda menjelajahi taman nasional tersebut. Taman nasional ini terbagi menjadi dua blok kawasan, yaitu blok Aketajawe (77.100 hektar) dan blok Lolobata (90.200 hektar). 

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Wisata Halmahera Timur
Sumber: Foto Petualang Adita di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (Detik.com)

Beragam flora dan fauna yang dapat temukan di taman nasional ini:

1. Jenis-jenis burung perkampungan, seperti jenis-jenis bondol (Lonchura spp.), isap-madu (Nectarinia spp.), sikatan kebun (Rhypidura leucophris), tekukur biasa (Streptopelia chinensis), dan sebagainya.

2. Di daerah sungai dapat ditemukan ikan, udang, kerang, dan sebagainya. 

3. Jenis-jenis tumbuhan atau vegetasi yang dapat Anda temukan adalah damar (Agathis sp.), cemara gunung (Casuarina sumatrana), bintangur (Calophyllum inophyllum), kayu bugis (Koordersiodendron pinnatum), benuang (Octomeles sumatrana), nyatoh (Palaquium obtusifolium), Anthocephalus chinensis, Duabanga moluccana dan Piper aduncum serta beberapa jenis kenari (Canariumspp.). Terdapat juga beragam jenis anggrek yang terdapat di dalam kawasan, serta jenis-jenis kantung semar (Nepenthes sp.) di daerah dataran tinggi kawasan.

4. Diperkirakan setidaknya terdapat 33 jenis mamalia di dalam kawasan ini yakni meliputi jenis-jenis kuskus (seperti kuskus maluku [Phalanger ornatus]), bajing terbang (Petaurus breviceps papuanus), beragam kelelawar (ordo: Chiroptera), musang (Viviridae), babi hutan (Sus schrofa), rusa (Cervus timorensis), serta beberap jenis tikus (Muridae). Dari 33 jenis ini, enam jenis di antaranya endemik Maluku Utara (satu jenis di antaranya kuskus: Phalanger sp. merupakan jenis endemik Halmahera). Terdapat juga dua jenis endemik untuk kawasan Maluku dan Maluku Utara.

5. Hasil survei oleh Burung Indonesia, menunjukkan setidaknya terdapat 104 jenis (39 suku) burung di dalam kawasan taman nasional ini diantaranya terdapat 25 jenis burung khas (endemik) Maluku Utara termasuk empat jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu mandar gendang (Habroptila wallacii), cekakak murung (Todiramphus fenubris), kepudang-sungu halmahera (Coracina parvula), dan kepudang halmahera (Oriolus phaeocromus). Jenis-jenis burung lain yang cukup menarik, seperti bidadari halmahera (Semioptera wallacii), kakatua putih (Cacatua alba), kasturi ternate (Lorius garrulus), paok halmahera (Pitta maxima), julang irian (Aceros plicatus), gosong kelam (Megapodius freycinet), beragam pergam (Ducula spp.) serta walik (Ptilinopus spp.), dan sebagainya. 

Lima jenis di antara 104 jenis merupakan sub-jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu nuri-raja ambon (Alisterus amboinensis hypophonius), cekakak-pita biasa (Tanysiptera galatea browningi), kehicap tengkuk-putih (Monarcha pileatus pileatus), bidadari halmahera (Semioptera wallacii halmaherae), dan kacamata halmahera (Zosterops atriceps fuscifrons).

Dari 104 jenis tersebut, 23 jenis diantaranya dilindungi oleh Pemerintah Republik Indonesia, seperti elang tiram (Pandion haliaetus), elang bondol (Haliastur indus), junai mas (Caloenas nicobarica), nuri bayan (Eclectus roratus), raja-udang biru-langit (Alcedo azurea), bidadari halmahera, gagak cendrawasih (Lycocorax pyrrhopterus), dan sebagainya. 

6. Diperkirakan setidaknya terdapat 53 jenis reptilia di dalam kawasan ini. Beberapa di antaranya adalah kadal air (Hidrosaurus amboinensis), biawak atau soa-soa (Varanus indicus), kadal daun (Emoia sorex), kadal raksasa (Tiliqua gigas), ular python batik (Python reticulatus), ular hitam (Stegonotus batjanensis), dan diperkirakan juga masih terdapat buaya muara (Crocodilus porosus). Dari 53 jenis tersebut, delapan jenis merupakan endemik Maluku Utara, termasuk satu jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu jenis ular Tropidonophis punctiventris.

7. Diperkirakan terdapat 17 jenis amfibia di dalam kawasan ini. Beberapa di antaranya adalah jenis katak pohon hijau yang cukup umum Litoria infrafrenata, katak sungai biasa Rana papuaatau, katak-katak kerdil (Microhylidae) seperti jenis Oreophryne frontifasciataDari 17 jenis tersebut, lima jenis endemik Maluku Utara dan empat jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu Callulops dubia, Cophixalus montanus, Hylophorbus boettgeri, dan Hyla rueppelli.

Kawasan ini juga menjadi tempat perlindungan burung-burung paling terancam dan langka secara global menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), yaitu mandar gendang, kakatua putih, kasturi ternate, cekakak murung, dan cikukua hitam (Philemon fuscicapillus).

Akses

Ada 2 jalur menuju ke Taman Nasional Aketajawe Lolobata:
1. Naik speedboat dari Desa Subaim (Wasile) sekitar 30 menit atau naik mobil sewa dari Subaim yang perjalanannya sekitar 1 jam.
2. Naik speedboat dari Desa Daru (Tobelo Selatan) sekitar 40 menit.

31 Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Wisata Halmahera Selatan tidak terlepas dari Sejarah Kesultanan Maluku Utara. Sehingga masih terdapat benda bersejarah seperti Keraton, Mesjid, Mahkota Sultan, Benteng pertahanan peninggalan bangsa Portugis dan Belanda. Selain itu, Halmahera Selatan juga terkenal dengan Wisata Alam dan Baharinya. Beragam Flora dan Fauna juga mewarnai Kabupaten Halmahera Selatan di Provinsi Maluku Utara.

Kabupaten Halmahera Selatan mencakup Pulau Bacan, Pulau Halmahera di bagian Selatan (Gane), Pulau Kasiruta, Pulau Kayoa, Kepulauan Botanglomang, Kepulauan Joronga, Pulau Makian, Pulau Mandioli, Pulau Obi, dan sebagainya. Halmahera Selatan terdapat banyak jenis wisata alam, sejarah, dan bahari yang membuat Anda ingin berlibur lama di tempat ini. 


Sejarah



Sultan Bacan adalah salah satu dari empat kesultanan di Maluku Utara (Kie Raha). Sejak Abad ke-13, wilayah kekuasaan Kesultanan Bacan mencakup hingga Mindanao dan Papua. Bacan terkenal sebagai penghasil Pala dengan Cengkeh. Pada tahun 1503, armada perdagangan Portugis pertama mendarat dan mendirikan pos perdagangan di Pulau Bacan yang kaya akan rempah-rempah. Pada saat itu Bacan berada dibawah kendali Kesultanan Ternate. Sebagai akibat invasi Kesultanan Ternate pada tahun 1578, Bacan menjadi bagian dari Kesultanan Ternate. Benteng Bernevald dibangun oleh Portugis pada tahun 1606. Saat Belanda mulai menguasai di Abad ke-18, Belanda memperkuat pasukannya di benteng Bernevald.




Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)


Berikut adalah berbagai Objek Wisata di Kabupaten Halmahera Selatan:


#17 Tempat Wisata di PULAU BACAN 
Ibu Kota Halmahera Selatan berada di Pulau Bacan, yakni Kota Labuha. Pulau Bacan berada di sebelah barat daya pulau Halmahera. Pulau Bacan yang memiliki udara segar, hutan yang masih asri dan laut yang indah. Keberadaan Kota Labuha yang berada di lereng Gunung Sibela dan dikelilingi oleh lautan merupakan warna tersendiri. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Kepulauan Widi

Kepulauan Widi menyimpan sejuta pesona yang akan menjadi pengalaman tak terlupakan bila Anda mengunjungi tempat ini. Pulau-pulau di kepulauan Widi yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri, hamparan pasir putih yang luas, laut yang sejernih kristal, terumbu karang dan kaya dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni akan membuat Anda takjub disini. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Kanenori Miura
#3 Tempat Wisata di Wilayah KAYOA

Berbagai tempat wisata terdapat di Wilayah Kayoa yang terkenal dengan wisata baharinya. Wilayah Kayoa mencakup kecamatan Kayoa, Kayoa Barat, Kayoa Selatan dan Kayoa Utara yang tersebar di berbagai Pulau. Baca Selengkapnya >>



Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)



Pulau Joronga
Pulau Joronga merupakan kepulauan yang belum dikenal banyak orang tetapi memiliki potensi wisata bahari yang patut dikembangkan. Laut yang jernih dan pasir putih halus akan menggoda para turis yang berkunjung ke tempat ini. Akses terbaik ke pulau ini adalah dari Pulau Bacan.
Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Ilhamarch
Pulau Makian

Pulau Makian termasuk pulau kecil yang lebarnya sekitar 10 km. Pulau ini terdapat Gunung Api Kie Besi dengan ketinggian 1.357 meter di atas laut dengan lebar kawah 1.5 km yang membuat Pulau Makian terlihat indah dan menjadi hal yang menarik bagi yang suka mendaki gunung. Pulau Makian dikenal sebagai "Pulau Kenari" karena penghasil salah satu kenari terbaik di Indonesia. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Miurak
#6 Tempat Wisada di Pulau OBI
Jika Anda mengenal Batu Akik Obi maka Anda pasti bisa menebak batu tersebut berasal dari Pulau Obi. Pulau Obi juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Lingkungan yang masih asri dan alami menjadikan Pulau Obi sebagai objek Ekowisata yang sempurna. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata Pulau Obi - Wisata Halmahera Selatan



Pulau Kasiruta
Mungkin sebagian besar orang masih menyangka Batu Bacan yang saat ini sangat populer di Indonesia berasal dari Pulau Bacan, namun yang benar adalah Batu Bacan berasal dari Pulau Kasiruta. Pulau Kasiruta menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang mencari Batu Bacan. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA SELATAN yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto East Indonesia
Kuliner

Bagi penyuka pedas, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) adalah tempat yang tepat, karena memiliki 16 varian sambal dengan berbagai rasa. Sambal yang paling terkenal yaitu sambal beok, yaitu sambal dengan bahan cabai, terasi, dan jeruk. Ada pula makanan kamplang, yaitu sagu yang dicampur dengan ikan tenggiri. Di Halsel setidaknya ada 18 etnis diantaranya adalah Bugis, Makassar, Arab dan Tiongkok yang membuat kuliner disini penuh cita rasa. Halsel dikelilingi oleh lautan menjadikan daerah ini memiliki hasil laut yang melimpah. Selain hasil lautnya, daerah ini juga merupakan surga buah durian, duku dan pala.

Oleh-oleh
Oleh-oleh yang terkenal di Kabupaten Halmahera Selatan adalah batu permata Bacan dan Obi yang merupakan hasil tambang di kabupaten ini.

Transportasi
Transportasi yang mudah ada jumpai adalah ojek, Anda juga dapat menyewa mobil. Untuk ke berbagai pulau di Halmahera Selatan harus menggunakan kapal atau speedboat. 

Penginapan
Belum tersedia secara lengkap penginapan komersil di setiap wilayah Kabupaten Halmehara Selatan sehingga rata-rata yang Anda dapat temukan berupa homestay.

Akses
Akses ke Halmahera Selatan dapat melalui jalur laut dan jalur udara. Pusat jalur laut yang menghubungi kepulauan Halmahera Selatan adalah dari Kota Ternate maupun Kota Labuha yang merupakan ibukota Halmahera Selatan di Pulau Bacan. 

Sedangkan jalur udara yang tersedia saat ini adalah dari Kota Ternate ke Pulau Bacan. Jika Anda berada di luar provinsi Maluku Utara, maka Anda harus singgah terlebih dahulu di Kota Ternate.

Pulau Kasiruta - Wisata Halmahera Selatan

Pulau Kasiruta - Wisata Halmahera Selatan


Pulau Kasiruta ramai dikunjungi oleh pemburu batu permata Bacan yang kepopulerannya hingga mancanegara. Pulau Kasiruta juga memiliki keindahan tersendiri karena alamnya yang masih asri dan laut yang jernih sehingga cocok juga untuk para penggemar snorkeling di pinggir pantai. Zaman dahulu, pulau Kasiruta adalah tempat Kesultanan Bacan sebelum berpindah ke Pulau Bacan. Anda juga dapat menemukan reruntuhan Benteng di pulau ini, namun sayangnya kondisinya kurang terawat. Pulau Kasiruta adalah salah satu wisata Halmahera Selatan di Provinsi Maluku Utara.


Batu Bacan
Batu Bacan, saat ini merupakan batu permata yang paling sering dicari orang. Banyak orang Korea yang berdatangan ke Pulau Kasiruta hanya untuk mencari Batu Bacan dan kemudian diperdagangkan di negaranya. Sekitar tahun 1994 banyak kolektor batu mulia luar negeri mulai berburu batu bacan, namun di Indonesia baru populer pada sekitar tahun 2005 dan membuat harga batu bacan melambung tinggi. Sebenarnya batu bacan sudah lama dikenal dan merupakan batu perhiasan yang sering digunakan pada masa kesultanan Bacan, Jailolo, Tidore dan Ternate.

Pulau Kasiruta - Wisata Halmahera Selatan

Batu bacan (Chrysocolla Calcedony) yang paling sering ditemukan adalah jenis Doko dan Palamea. Doko dan Palamea adalah nama desa di Pulau Kasiruta. Batu bacan jenis doko biasanya mempunyai warna hijau sedangkan yang jenis palamea berwarna hijau muda dengan sedikit kebiruan. Namun sebenarnya, batu bacan memiliki sekitar 9 jenis warna. Diantaranya adalah warna coklat, merah, putih bening, merah, putih susu, kuning tua, dan sebagainya. 

Kelebihan batu bacan adalah karena keunikannya yang biasa disebut sebagai "batu hidup" karena kemampuannya berproses secara alami dan semakin lama akan semakin indah karena kejernihannya. Batu bacan bisa mengalami perubahan warna dari hitam menjadi berwarna hijau. Selain itu batu bacan jenis doko juga bisa menyerap senyawa yang lain, misal jika batu ini dilekatkan dengan tali pengikat berwarna emas maka lambat laun warna batu akan memiliki bintik-bintik warna emas. Kelebihan yang lain adalah batu ini memiliki tingkat kekerasan 7,5 skala Mohs yang lebih keras daripada batu giok.

Batu Bacan sudah dikenal di mancanegara dan sudah dipasarkan di Arab, Eropa, China, dan sebagainya. Di Taiwan batu bacan dari Indonesia sering dikenal dengan sebutan blue jade atau batu yang mempunyai warna biru. Batu bacan biasanya dikenakan dengan cincin, kalung ataupun kepala tali pinggang. Jika Anda memiliki rencana untuk membeli Batu Bacan, ada baiknya Anda meminta petunjuk atau saran dari orang yang memahami keaslian dari Batu tersebut karena saat ini banyak beredar Batu Bacan yang palsu. Hindari juga batu bacan "mati" yang sudah tidak bisa proses lagi menjadi lebih murni.

Akses
Akses ke Pulau Kasiruta dari Pulau Bacan jika menggunakan speedboat adalah 2 - 3 jam. Jika menggunakan kapal penumpang bisa mencapai sekitar 4 jam perjalanan.