Air Kaca - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Air Kaca - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Air Kaca pada masa Perang Dunia II merupakan sumber mata air yang vital bagi pasukan AS. Mata air ini juga sering digunakan Jenderal Mac Arthur untuk mandi dan konon ketika Mac Arthur mandi di tempat ini, dia dapat melihat ramalan dalam berperang nanti. Wisata Air Kaca adalah salah satu objek wisata yang dapat Anda temukan di Kab. Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Air Kaca sebenarnya merupakan sungai bawah tanah yang muncul di permukaan tanah. Disebut Air Kaca karena mata airnya sangat bening, bila sebuah jarum dijatuhkan maka kita bisa melihat jarum tersebut di dalam air. Namun, saat ini airnya tidak sejernih dulu. Air Kaca ini biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air minum, tempat mandi dan beristirahat Jenderal Mac Arthur beserta perwira lainnya sehingga disterilkan oleh tentara sekutu dari jangkauan masyarakat setempat.

Sumber Air Kaca mengalir ke pantai Transmeter yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi Air Kaca. Sebagian besar warga Pulau Morotai secara turun-menurun menyakini Air Kaca ada penunggunya yang gaib. Warga mengatakan ada satu wanita dan satu laki-lagi, namun mereka tidak mengganggu. Air Kaca juga dipercayai membawa berkah, warga percaya jika ada yang tidak punya keturunan bisa mengambil airnya untuk diminum. Selain itu, dapat mengobati berbagai penyakit tergantung bagaimana Anda punya niat untuk memintanya. Jika ingin yang lebih besar maka harus bersemedi terlebih dahulu. Itulah mistis Air Kaca yang masih dipercaya hingga saat ini.

Air Kaca berada di Wamama, sangat dekat dengan pusat Kota Daruba, dengan perjalanan sekitar 5 menit anda sudah bisa sampai ke lokasi wisata dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sebuah papan dengan tulisan objek wisata “Air Kaca” akan menjadi petunjuk bahwa Anda telah tiba di lokasi. Dari papan tulisan tersebut ke lokasi Air Kaca hanya sekitar 50 meter. Wisata Air Kaca sangat dekat dengan Wisata sejarah lainnya di Pulau Morotai yakni Landasan Pitu yang jaraknya hanya 1 km.

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Teuro Nakamura adalah salah satu sejarah yang sangat menarik di Pulau Morotai, provinsi Maluku Utara. Nakamura adalah prajurit Jepang yang paling terakhir dan menyerah pada akhir tahun 1974. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai mendirikan Monumen Teruo Nakamura untuk mengenang sejarah dimana Pulau Morotai dulu memiliki peran strategis sebagai salah satu basis pada Perang Dunia II.

Cerita ini dimulai dari pasukan Jepang yang menguasai Pulau Morotai dengan kekuatan sebanyak satu batalyon atau sekitar 1000 orang personel. Namun, Pasukan Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat dan Australia mengirimkan sembilan divisi atau sekitar 90 ribu pasukan untuk merebut pulau itu dari Jepang pada 1944. Pasukan Jepang kewalahan dan beberapa berhasil lari bersembunyi, salah satunya adalah Teuro Nakamura. Pada umumnya, prajurit Jepang yang bersembunyi itu tak mau menyerah oleh pihak sekutu. 

Nakamura berasal dari penduduk asli Taiwan dan saat itu Taiwan menjadi koloni Jepang. Lahir pada tahun 1919, ia terkena wajib militer dan dimasukkan ke dalam sebuah Unit Sukarela Takasago dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang pada bulan November 1943. Ia ditempatkan di Pulau Morotai di Indonesia tak lama sebelum pulau tersebut ditaklukkan oleh Sekutu pada bulan September 1944 dalam Pertempuran Morotai. Ia dinyatakan tewas pada bulan Maret 1945. 

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Sejarah ditemukannya Prajurit Teuro Nakamura
Ada seorang warga Desa Pilowo yang bernama Baicoli, bersahabat dengan Nakamura selama puluhan tahun. Baicoli bertemu Nakamura saat sedang berburu babi hutan. Dari pertemuan itu, mereka bersahabat. Baicoli sering mengunjungi Nakamura di tempat persembunyiannya untuk membawakan bahan-bahan makanan yang dibutuhkan seperti gula, garam, atau teh. Hingga pada akhirnya Baicoli merasa akan meninggal pada waktu itu, dia memberikan wasiatnya kepada anaknya, Luther Goge, untuk melanjutkan persahabatan dengan Nakamura dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkannya. Luther kemudian dikenalkan oleh ayahnya dan kemudian melanjutkan persahabatannya itu.

Namun, Luther pada tahun 1974, mulai merasakan hidupnya tak akan lama lagi. Ia mulai khawatir dengan keadaan Nakamura. Luther tak memiliki anak yang akan melanjutkan hubungannya dengan Nakamura. Pada akhirnya ia melaporkan tentang persahabatannya itu kepada Kapolsek Pulau Morotai, Kapten Lawalata tentang adanya prajurit Jepang yang bersembunyi di hutan.

Pada awalnya, Kapten Lawalata selaku kapolsek belum meyakini laporan dari Luther Goge itu. Sehingga, ia melaporkan hal tersebut kepada Komandan Pangkalan Udara TNI AU di Pulau Morotai, Kapten Supardi. Kapten Supardi akhirnya memutuskan untuk menjemput Nakamura. Sebuah tim penjemput beranggotakan sebanyak 20 orang disiapkan dan Supardi memimpin penjemputan itu.

Pada tanggal 18 Desember 1974 tim berangkat dari pusat kota Pulau Morotai ke kawasan hutan di Desa Pilowo, tempat persembunyian Nakamura. Saat menjelang malam, mereka pun mendirikan tenda dan bermalam. Ada seorang anggota dari tim tersebut bernama Sersan Mayor Hanz Anthony yang fasih berbahasa Jepang. Ia kemudian merancang skenario penangkapan Nakamura. Ia mengajarkan lagu Kimigayo, lagu kebangsaan Jepang kepada seluruh tim. Tim penjemput pun menghapalkannya. Selain lagu, tim juga membawa foto Presiden Soeharto beserta bendera merah putih dan foto Perdana Menteri Jepang pada waktu itu Kakuei Tanaka beserta bendera matahari Jepang. Skenarionya adalah, saat Nakamura muncul, maka tim penjemput menyanyikan lagu kebangsaan Jepang dan mengibarkan bendera Jepang dan merah putih serta menunjukkan foto Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Kakuei Tanaka.

Pada tanggal 19 Desember 1974 pagi hari, tim penjemput kembali bergerak mencari Nakamura. Setelah beberapa saat berjalan, tim menemukan gubuk persembunyian Nakamura. Pada waktu ditemukan, Nakamura sedang tidak ada di tempat. Tim penjemput pun kemudian bersembunyi. Saat Nakamura kembali, tim kemudian mengepung gubuk itu. Nakamura terkejut dan raut wajahnya terlihat sangat tegang dan berusaha masuk ke dalam gubuk. Sesuai sekenario, tim menyanyikan lagu Kimigayo dan mengibarkan foto serta bendera. Mendengar itu, Nakamura langsung berdiri tegak dan dalam keadaan siap. Saat itulah, Sersan Mayor Hanz Anthony menyergap Nakamura. Tim kemudian menodongkan senjata ke arah Nakamura dan menyuruhnya angkat tangan. Pada saat itu juga Nakamura menyerah kepada Pasukan TNI AU. Sersan Mayor Hanz Anthony kemudian berbicara kepada Nakamura dalam bahasa Jepang. Hanz menginformasikan bahwa perang telah usai sejak 29 tahun lalu. Jepang, sebagai negara yang dibela Nakamura juga kalah dalam perang tersebut oleh sekutu. Hanz juga menginformasikan bahwa Pulau Morotai saat ini adalah daerah merdeka dan bergabung dengan negara yang bernama Indonesia. Hanz pun menunjukkan foto Presiden Soeharto sebagai kepala negara Indonesai saat ini. Tak lupa, Hanz juga menunjukkan foto Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka sebagai kepala pemerintahan Jepang.

Kehidupan Teuro Nakamura selama 30 tahun bersembunyi di hutan
Kondisi Nakamura saat ditemukan hanya memakai baju yang terbuat dari karung goni. Tubuhnya tinggi besar dan terawat. Kulitnya putih. Tim kemudian masuk ke dalam gubuk Nakamura. Gubuk itu hanya seluas 2 x 2 meter. Terbuat dari kayu dan beratap rumbia. Di dalam gubuk, terdapat tumpukan kayu yang sudah melengkung. Kayu itu melengkung karena dijadikan tempat tidur Nakamura. Selain itu, berdasarkan cerita Serma Hanz Anthony yang bisa berbicara dengan Nakamura dalam bahasa Jepang, Nakamura menggunakan itu untuk membakar dirinya sendiri, jika suatu saat ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Di langit-langit gubuknya, ditemukan satu buah senjata yang disimpan Nakamura. Senjata itu ia rawat sejak masa perang, 30 tahun sebelumnya. Di lantai yang terbuat dari tanah itu, ditemukan 14 peluru aktif. Di dalam rumahnya juga terdapat satu botol besar yang berisi minyak babi. Digunakan Nakamura untuk merawat senjatanya dan untuk bumbu makanan. Di kompleks gubuk itu, Nakamura menanam berbagai macam tanaman. Ia menanam jenis umbi-umbian seperti ubi dan singkong. Ia membangun pagar terbuat dari kayu untuk mengelilingi gubug dan pekarangannya itu.

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Setelah ditangkap, Nakamura diberikan baju seragam oleh TNI AU. Tanpa diikat atau diborgol, Nakamura dibawa oleh tim ke pangkalan TNI AU melalui jalur laut menggunakan speedboatNakamura yang sudah 30 tahun bersembunyi tidak berinteraksi dengan peradaban, terlihat bingung saat melihat keramaian. Ia kemudian dibawa ke pangkalan TNI AU dan dirawat di sana untuk dicek kesehatannya. Menurut keterangan dokter keadaan Nakamura baik-baik saja. Sersan Mayor Hanz Anthony menjelaskan Nakamura bersembunyi di dalam hutan karena menyangka Pulau Morotai masih dikuasai oleh Pasukan Sekutu. Apalagi, di Pulau Morotai terdapat Pangkalan TNI AU, sering dikunjungi oleh pesawat Hercules. Nakamura menyangka itu adalah pesawat Pasukan Sekutu. Sehingga saat ada pesawat Hercules TNI AU, Nakamura bersembunyi dan merunduk di hutan.

Pada akhirnya Nakamura dijemput oleh Kepala Staf Angkatan Udara waktu itu, Marsekal Saleh Basarah dari Jakarta dengan pesawat Hercules. Setelah Nakamura di bawa ke Jakarta, ia diserahkan ke Kedutaan Besar Jepang. Pada awalnya, Nakamura ingin dikembalikan ke Jepang. Namun, ia terhalang masalah administrasi. Karena, ternyata diketahui bahwa Nakamura hanya seorang pasukan sukarela atau wajib militer pasukan Jepang dari Taiwan. Nakamura akhirnya dibawa ke Taiwan. 

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai


Tanjung Gorango yang berada di antara Desa Gorua dan Korago (Kecamatan Morotai Utara) akan membuat Anda berdecak kagum dengan keindahannya. Landscape Tanjung Gorango, laut yang biru, dan hamparan pasir putih akan membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati keindahannya. Tanjung Gorango adalah salah satu tempat wisata yang dapat Anda temukan di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Perjalanan dari Kota Daruba yang merupakan Ibukota Kabupaten Pulau Morotai ke Tanjung Gorango cukup lama yakni sekitar 3 Jam. Di lokasi ini belum tersedia fasilitas apapun sehingga ada baiknya Anda siapkan bekal terlebih dahulu. Sebaiknya Anda menyewa mobil untuk menuju ke tempat ini karena kondisi jalan yang masih belum baik dan berdebu saat di musim kemarau. Selama perjalanan Anda akan menikmati keindahan alam Pulau Morotai. Ketika Anda sampai tanjung Gorango maka kelelahan Anda di jalan pun menghilang dan menjadi semangat untuk berfoto ria dan menjelajahi sekitar lokasi tersebut.

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Pambapontar
Di sisi kiri dari Tanjung Gorango terdapat bebatuan serta bongkahan-bongkahan karang dan tebing yang menambah keindahan landscape Tanjung Gorango. Saat air laut sedang surut, hamparan pasir putih akan terlebih lebih luas. Di bagian bibir pantai cukup dangkal sehingga aman untuk bermain air. Suara desiran ombak di pantai ini juga membuat suasana semakin sejuk. Ombak di tanjung ini termasuk cukup besar sehingga Anda perlu sedikit berhati-hati.


Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Pambapontar

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai

Pulau Ngelengele adalah pulau menarik lainnya yang dapat Anda kunjungi di kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Anda bisa melihat kehidupan nelayan melakukan pembudidayaan ikan dan mutiara. Pulau Ngelengele terbagi dua yaitu Pulau Ngelengele Besar dan Pulau Ngelengele Kecil.

Di Pulau Ngelengele Anda dapat melihat barisan tong yang terikat kuat, terapung dengan teratur di bibir pantai yang merupakan tempat untuk budidaya ikan kerapu. Bagi Anda yang tertarik dengan pengetahuan di dunia perikanan, tentunya tempat ini layak untuk dikunjungi karena Anda bisa melihat bagaimana caranya nelayan disini membudidayakan ikan tersebut, Anda dapat menanyakan mereka mengenai cara pemilihan bibit ikan atau pemilahan makanan untuk ikan.

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto McBill Abdul Aziz
Selain itu, Anda dapat melihat budidaya mutiara di tempat ini. Hasil budidaya tiram mutiara yang dikelola oleh investor sudah diekspor ke berbagai negara. Mutiara Ngelengele juga dimanfaatkan masyarakat setempat untuk dijadikan berbagai macam aksesoris yang unik dan mewah seperti gelang, cincin, atau rangkaian kalung mutiara. Tentunya Anda dapat membeli disini untuk dijadikan oleh-oleh bagi orang yang Anda kasihi. 

Selain itu, Ngelengele juga memiliki cemilan favorit yakni buah Amo atau dikenal buah Sukun di Jawa. Masyarakat setempat biasanya mengolah buah ini menjadi berbagai macam kudapan. Amo dapat digoreng dalam minyak panas, dimasak, atau diolah menjadi kuah bersantan. Selain itu dapat dinikmati menjadi keripik dengan olesan gula nan lezat.

Pulau Ngelengele juga memiliki hamparan pasir pantai putih yang halus dan memiliki landscape yang indah. Sangat cocok Anda menjelajahi keindahan pulau ini. Pulau Ngelengele dapat diakses dengan menyewa speedboat dari Kota Daruba, Pulau Morotai. Lama perjalanannya ke Pulau Ngelengele besar adalah sekitar 45 menit, sedangkan ke Pulau Ngelengele kecil adalah sekitar 30 menit.

Pulau Dodola - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola adalah pulau yang wajib Anda kunjungi saat di Morotai. Pulau ini sangat mempesona hingga Pemerintah daerah setempat menyebutkan Pulau Dodola sebagai mutiara di bibir pasifik. Pulau Dodola merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Pulau Dodola Besar & Pulau Dodola Kecil - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola terdapat Dodola Besar dan Dodola Kecil yang jaraknya sekitar 500 meter. Keunikannya Dodola besar dan Dodola kecil menyatu saat air pasang dan terpisah saat air surut. Waktu rentang air surut di lokasi ini cukup lama, yakni antara pukul 10.30 hingga 19.00 waktu setempat. Setiap wisatawan yang berkunjung pasti terpesona dengan keindahan Pulau Dodola. Hamparan pasir putih yang halus dari Pulau Dodola Besar yang menyambung ke Pulau Dodola Kecil, air laut bagaikan kristal, desiran ombak kecil dan langit yang biru membuat pulau ini semakin romantis bagi pengunjung yang membawa pasangannya.

Pulau Dodola Besar & Pulau Dodola Kecil - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis
Kiri: Pulau Dodola Kecil & Kanan: Pulau Dodola Besar (Sumber: Foto Ilhamarch)
Pemerintah daerah menyiapkan cottage bagi turis yang ingin bermalam di Pulau Dodola, Anda bisa menghubungi terlebih dahulu ke kantor pariwisata di kota Daruba. Biaya penginapan cukup terjangkau, namun perlu Anda ketahui tempat ini belum tersedia jaringan listrik sedangkan untuk sinyal telepon masih dapat disini. Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah setempat juga menyiapkan jetski kepada turis setiap akhir pekan namun tarif sewanya cukup mahal yang dihitung perjam. Kegiatan lain yang dapat Anda lakukan disini seperti snorkeling, berenang, dan memancing.

Ada baiknya Anda siapkan lotion SPF dan anti nyamuk. Disini cukup banyak terdapat nyamuk kecil yang disebut "agas" oleh penduduk Morotai.

Akses
Akses ke Pulau Dodola cukup mudah dari Pulau Morotai yakni kota Daruba dengan lama perjalanan sekitar 30 menit, ada baiknya Anda menyewa speedboat seharian meskipun tarifnya cukup mahal supaya Anda dapat sekaligus menjelajahi pulau-pulau terdekat yang memiliki keindahan tersendiri.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai
Pulau Sumsum yang dikenal juga sebagai Pulau Zum-zum memiliki nilai sejarah yang tinggi pada masa Perang Dunia II yakni menjadi markas dan tempat peristirahatan Jenderal Douglas Mac. Arthur yang merupakan pemimpin pasukan sekutu untuk kawasan Asia Pasifik sehingga Pulau Sumsum sering disebut juga sebagai "Mac. Arthur Island". Anda juga akan takjub dengan keindahan Pulau Sumsum yang dipenuhi pantai pasir putih berkerikil dan air laut disini sejernih kristal. Alamnya yang masih asri membuat Anda tergoda untuk menjelajahi pulau kecil ini. Pulau Sumsum adalah satu wisata kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Abdul Aziz
Pulau Sumsum sangat dekat dari Daruba yang merupakan Ibukota Kab. Pulau Morotai, jaraknya hanya sekitar 8 km dengan menggunakan speed boat, lama perjalanannya sekitar 20 menit. Hal-hal yang dapat Anda temukan di Pulau Sumsum sebagai berikut:

1. Di pulau ini terdapat puing-puing rumah bekas tempat tinggal Mac. Arthur. 
2. Anda dapat temukan gua pusat komando dan tempat pendaratan tank amfibi. Gua tersebut juga merupakan tempat persembunyian Jenderal Mac Arthur. 
3. Di bibir pantai Sumsum masih dapat ditemui bekas helipad.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai

4. Monumen Mac Arthur untuk mengenang jenderal tersebut saat memberikan perintah untuk mengebom Hiroshima dan Nagasaki serta sekaligus mengingat tempat ini sebagai tempat persembunyian Amerika saat Perang Dunia II ada di pulau ini.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai


12 Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara. Ibukota Kabupaten Sula adalah Sanana, kabupaten ini terletak paling selatan di wilayah Maluku Utara. Jarak dari Kota Ternate ke Sanana adalah sekitar 284 km yang dapat ditempuh melalui penerbangan udara dan pelayaran laut. Perjalanan yang cukup jauh ke Kepulauan Sula tidak membatasi minat turis asing untuk mengunjungi daerah ini karena kaya dengan wisata alam, bahari, sejarah, seni dan budayanya. Pemerintah daerah setempat juga menyelenggarakan Festival Teluk Capalulu (FTC) atau Festival Wae Santosa yang memperkenalkan seni dan budaya setempat yang tentunya menjadi hal yang menarik bagi para wisatawan untuk mengunjungi Kab. Kepsul.

Kabupaten Kepulauan Sula merupakan daerah agraris, khususnya perkebunan. Dari tanah Sula dihasilkan kelapa, cengkeh, pala dan kakao. Selain itu, Kepulauan Sula juga kaya dengan hasil laut dan kandungan yang terpendam di dalam bumi. Mata pencaharian utama masyarakat saat ini hanya bertumpu pada sektor kehutanan dan perikanan yang mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Berbagai Objek Wisata menarik yang dapat Anda temukan di Kepulauan Sula:

1. Pulau Pagama
Pulau Pagama adalah salah satu ikon keindahan Kepulauan Sula yang dapat ditempuh sekitar 1.5 jam dari Sanana dengan speedboat. Panorama di pulau ini sangat indah dengan pasir putih halus. Pulau Pagama juga terdapat taman laut yang indah, sehingga lokasi ini cocok untuk penggemar diving. Kontur bawah laut berbentuk sloping, jarak pandang kejernihan air mencapai 30 meter, serta terdapat terumbu karang yang masih terjaga dan biota-biota laut lainnya di kedalaman 15 hingga 20 meter. Di pulau ini banyak terdapat pohon pinus.
Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Erza
2. Benteng De Verwachting
Benteng ini dapat Anda temukan di Sanana. Benteng dengan luas 2.750 meter persegi dengan 4 bastion dan 2 menara pengintai dengan tinggi dinding benteng sekitar 4 meter menjadi hal yang menarik untuk dikunjungi. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Rukun Nasution
3. Pantai Fukweu
Pantai Fukweu berada di Desa Fukweu, Kecamatan Sanana bagian utara. Pantai ini berhadapan dengan pulau Mangoli dan beberapa pulau kecil di depannya. Pantai ini cocok untuk kegiatan mancing. Tidak jauh dari pantai ini terdapat salah satu kali dengan sumber mata air yang diyakini oleh masyarakat setempat berasal dari air yang dibawa oleh Sultan Ternate zaman dulu. Mata air tersebut disebut "Wai Santosa" (Air Santosa). Disini juga terdapat "Ikan Tukareg" yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat, ikan ini hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat di sumber mata air tersebut. Pantai ini dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 40 menit lama perjalanannya dari Sanana.


Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Erza
4. Pantai Wai Ipa
Pantai Wai Ipa berada di Desa Wai Ifa (Wai Ipa), Kecamatan Sanana, Pulau Sulabesi. Pantai ini berbatu kerikil yang tidak tajam, terletak tidak jauh dari pemukiman warga. Anda bisa bersantai di tempat ini sambil menikmati aneka makanan seperti pisang goreng dan guraka. Akses ke pantai ini dari Pelabuhan Sanana, Anda dapat gunakan angkutan umum hingga tiba di pasar Fogi kemudian dilanjutkan dengan ojek.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Gerbong Tiga
5. Pantai Mangoli
Pantai Mangoli memiliki panorama yang sangat indah. Pantai ini berada di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, Pulau Mangoli. Anda dapat menggunakan speedboat dari Sanana ke lokasi ini dengan lama perjalanan sekitar 40 menit.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Masry
6. Air Terjun Wailau
Air terjun Wailau dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 40 menit dari desa Wailau, Kecamatan Sanana. Selama perjalanan ke lokasi tersebut Anda akan disuguhi hutan yang masih asri dan perkebunan masyarakat setempat. Air terjun ini ketinggiannya sekitar 30 km dengan kontur bertingkat-tingkat. Air terjun ini sangat jernih yang akan menggoda Anda segera menyegarkan diri saat Anda tiba di lokasi ini.


Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Rukun Nasution
7. Teluk Paslal

Teluk Paslal berada di kecamatan Mangoli Tengah. Anda akan disuguhi panorama yang indah di teluk ini, air di teluk ini selalu tenang. Teluk ini terdapat banyak ikan-ikan dasar, sangat cocok untuk kegiatan pancing. Teluk ini bisa dicapai dengan speedboat dari Sanana dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto F Tempola
8. Pantai Manaf
Pantai Manaf berada di Desa Manaf, Pulau Sulabesi bagian selatan. Pantai Manaf cocok untuk Anda bersantai menikmati keindahan pantai dan laut yang biru. Pantai ini termasuk tenang, sehingga cocok untuk aktivitas bermain air. Pantai ini jaraknya sekitar 11 km dari Sanana dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Karakteristik pantai ini berpasir hitam dan bebatuan.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)



9. Selat Capalulu
Selat Capalulu yang berada di Kecamatan Mangole Barat terkenal dengan derasnya putaran ombak yang bahkan menjadi selat dengan arus terkuat di Indonesia. Pada musim tertentu, daerah ini dilarang untuk beraktivitas karena pernah menelan korban jiwa hingga ratusan orang. Selat ini juga merupakan daerah pelayaran, apabila cuaca sedang buruk biasanya nahkoda kapal berhenti di desa Pas Ipa. Tempat ini cocok bagi Anda yang mencari wisata ekstrim, namun Anda tidak perlu khawatir karena nahkoda disini sudah terbiasa melewati Selat Capalulu. Lokasi ini dapat ditempuh dengan speedboat dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari Sanana. Selama perjalanan Anda akan disuguhi keindahan alam Kepulauan Sula.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

10. Pantai Fat Fina Koa
Pantai Fat Fina Koa memiliki keindahan yang luar biasa, Anda juga akan menemukan tebing yang curam di pinggir pantai dengan landscape yang menarik. Fat Fina Koa juga memiliki cerita rakyat mengenai seorang perempuan gadis yang kemudian menjadi Batu, sehingga batu tersebut sering disebut "Batu Nona". Fat Fina Koa ini berada di bagian timur Pulau Mangoli, tepat di Desa Waisakai. Anda dapat menggunakan speedboat ke lokasi ini dengan lama perjalanan sekitar 2 jam dari Sanana.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Ipul
11. Pantai Waigoiyofa
Pantai ini Berada di Desa Waigoiyofa (Wai Goyofa), Kecamatan Baleha, Pulau Sulabesi. Jaraknya tempuhnya sekitar 1.5 jam dari Sanana. Pantai ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga dan juga terdapat fasilitas tempat mandi dan gazebo.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Dwi Sumawati
12. Telaga Kabau 
Telaga Kabau berada di Desa Kabau, Pulau Sulabesi. Di dalam telaga ini terdapat banyak buaya. Jika ingin melihat buaya tersebut, biasanya penduduk asli disini mengeluarkan mantra agar buayanya keluar.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto SMA Sulabesi Barat

Objek Wisata lainnya
1. Tanjung Batu Kapitan: daerah ini terdapat pantai berbatu karang yang dikombinasikan dengan pasir putih. Terdapat lokasi diving di titik 01.94754oLS dan 125.41576oBT. Anda dapat menemukan gerombolan ikan besar seperti barakuda, bubara, juga berbagai ikan kecil dan sedang, dan penyu. Lokasi ini berada di sebelah barat Pulau Mangoli.
2. Pulau Ngofa Nini: terletak berdekatan dengan pulau Mangoli sebelah selatan tepatnya di depan desa Paslal. Di daerah ini terdapat penyelaman pada titik kordinat 01.91376oLS, 125.80748oBT. Biota laut yang dapat Anda temukan seperti ikan karang, moluska dan krustasea yang hidup berasosiasi dengan terumbu karang yang memperlihatkan pemandangan yang sangat indah di bawah laut.

Hotel dan Penginapan
Terdapat beberapa hotel di Sanana seperti Beliga Hotel dan Green Sula. Di luar dari kota Sanana belum tersedia fasilitas penginapan sekelas hotel, penginapan yang mudah ditemukan pada umumnya seperti motel dan guesthouse.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Seni dan Budaya
Alat musik tradisional Kepulauan Sula biasanya digunakan untuk mengiringi tarian adat dalam acara adat, pernikahan dan acara penjemputan serta pelepasan tamu kehormatan, alat musik ini terdiri dari Tifa kecil dan besar, suling bambu, fiola, gong dan sebagainya. Seni tari di Kepsul umumnya seperti tarian laka baka, bambu gila, dan pukul sapu lidi.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Rukun Nasution
Oleh-oleh
Kerajinan tangan khas daerah Kepulauan Sula yang Anda dapat temukan seperti anyaman bambu dan kain tenun yang cocok dijadikan souvenir buat keluarga tercinta Anda. Kerajinan tersebut berupa hiasan dinding, tempat lampu, tempat tisu, kain songket, tikar, dan sebagainya. Selain itu, Sanana terdapat halua kenari dan madu asli yang merupakan hasil dari perbukitan di daratan Sanana karena ditinggali oleh lebah-lebah hutan penghasil madu terbaik.

Tempat Wisata KEPULAUAN SULA yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Rukun Nasution

Akses
Kabupaten Kepsul memiliki Bandara Emalamo Sanana yang berada di kota Sanana. Namun, jadwal penerbangan yang tersedia pada saat ini adalah pada hari senin, rabu, dan jumat. Penerbangan langsung yang tersedia saat ini hanya dari Ternate.

Sedangkan jika melalui jalur laut maka dapat ditempuh dari Ternate ke Sanana dengan lama perjalanan sekitar tujuh belas jam.