Benteng De Verwacthing - Wisata Sejarah Kepulauan Sula

Benteng De Verwacthing - Wisata Sejarah Kepulauan Sula

Benteng De Verwacthing adalah salah satu wisata sejarah yang patut Anda kunjungi saat Anda berada di Kepulauan Sula. Benteng ini berada di kelurahan Sanana, kecamatan Sanana Utara, Pulau Sulabesi, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Benteng ini berada tepat di depan pelabuhan Sanana yang berada di pusat kota. 

Benteng De Verwacthing memiliki luas 2.750 meter persegi dengan 4 bastion dan 2 menara pengintai. Tinggi dinding benteng kurang lebih 4 meter. Terdapat dua bangunan penunjang yang ada di dalam benteng tersebut yang saat ini digunakan sebagai Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula. Kondisi benteng saat ini sudah direnovasi dan hasilnya seperti yang dapat Anda lihat di foto dibawah ini. 

Benteng De Verwacthing - Wisata Sejarah Kepulauan Sula
Sumber: Foto Kekunaan
Sejarah
Pada tahun 1623, warga Ternate diperkirakan membangun satu benteng kecil yang dikenal dengan nama Het Klaverblad. Namun, baru pada tahun 1688 ada catatan sejarah tentang benteng Het Klaverblad yang letaknya di Kepulauan Sulu, tepatnya di Pulau Sanana.

Kemudian pada 24 Desember 1736, yaitu masa pemerintahan Amir Iskandar Zulkarnain Saifuddin (1714-1751), benteng kecil Het Klaverblad diperbaharui dan kemudian diberi nama De Verwachting. Amir Iskandar Zulkarnain Saifuddin – putra tertua Rotterdam dari istri keempatnya, Sayira – adalah Sultan Ternate ke-14. Amir Iskandar Zulkarnain Saifuddin lahir di Ternate pada 1680 dan lebih dikenal dengan nama Raja Laut, yang diberikan ayahnya. Ia juga dikenal dengan nama Kaicil Sehe.

Pemugaran benteng tersebut berada di bawah pengawasan seorang opsir VOC, Victor Moll. Pemugaran ini memanfaatkan tenaga orang-orang Ternate, yang kemudian mereka memahat dinding benteng tersebut dengan hiasan-hiasan bercirikan khas Ternate.

Tulisan-tulisan pada gerbang dan dinding benteng juga dalam bahasa Melayu. Pada tahun 1790-an, catatan sejarah VOC di akhir abad ke-18 menyebut benteng ini sebagai benteng Alting, menurut nama seorang wali VOC yang memegang tampuk pimpinan antara 1780-1797.

14 Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara. Haltim merupakan pemekaran dari Kabupaten Halmahera Tengah sejak tahun 2003. Ibukota Haltim adalah Maba. Haltim dulunya pernah menjadi basis perjuangan Sultan Nuku dari Kesultanan Tidore untuk melawan Belanda. Pada masa perjuangan tersebut, Maba menjadi salah satu pusatnya. Hal tersebut terbukti dengan adanya desa yang bernama Soa Gimalaha dan Soa Sangaji. Gimalaha dan Sangaji merupakan nama jabatan dalam struktur pemerintahan Kesultanan Tidore.

Selain itu, pada zaman Perang Dunia II, haltim juga merupakan salah satu pos pasukan Jepang sehingga hingga saat ini Anda masih bisa menemukan benda bersejarah tersebut. Haltim bukan hanya terkenal dengan wisata sejarah saja, namun memiliki beragam wisata alam dan bahari yang akan membuat Anda tertarik untuk menjelajahi Halmahera Timur. Pemerintah Daerah setempat juga mengadakan Festival Juanga yang menampilkan seni dan budaya setempat untuk membuat liburan Anda di Haltim semakin berkesan.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)


Berbagai Objek Wisata Halmahera Timur adalah sebagai berikut:

1. Air Terjun Tiga Bidadari
Air Terjun Tiga Bidadari sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Air terjun ini dinamakan "tiga bidadari" karena konon menurut cerita yang beredar di tengah masyarakat, dulu ada perempuan cantik yang berambut panjang dari kayangan mandi disana. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

2. Pantai Jara-jara
Pantai Jara-jara yang berada di Tanjung Jara-jara, Desa Jarajara, Kecamatan Maba Utara menawarkan pantai pasir putih yang panjang dan halus. Di perairan jara-jara kaya dengan biota laut dan terumbu karang yang luas. Pantai ini dapat ditempuh melalui 2 jalur, yaitu: naik speedboad dari Buli sekitar 3 jam atau naik kapal penumpang dengan perjalanan sekitar 6 jam (kapal ini hanya tersedia 4 kali seminggu).


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

3. Air Terjun Lembah Ayu
Air terjun ini berada di Desa Buli, Kecamatan Maba. Air terjun ini dengan ketinggian sekitar 10 meter merupakan pemandangan yang sangat indah dan masih alami. Untuk mencapai air terjun ini bisa ditempuh dengan mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat sekitar 25 menit kemudian dilanjutkan dengan trekking.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)


4. Pulau To

Pulau To adalah pulau kecil yang tidak berpenghuni namun memiliki keindahan tersendiri. Pemerintah daerah setempat juga membangun pondok kecil bagi para wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Pulau To berada di Teluk Buli, kecamatan Maba Selatan. Akses terdekat ke Pulau ini adalah dari pelabuhan Buli.

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

5. Pulau Plum
Pulau Plum (Pulau Tengah) yang sering disebut juga "Pulau Plun" adalah pulau yang sangat indah dengan luas sekitar 19,27 Hektar dan memiliki taman laut yang luar biasa indah. Bagi para penyuka diving dan snorkeling, tentunya tempat ini harus masuk ke dalam daftar pribadimu yang wajib dikunjungi. Baca Selengkapnya >>

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

6. Pulau Lewi
Tidak jauh dari Pulau Plum terdapat Pulau Lewi yang juga terkenal dengan hamparan pasir putih dan halus. Anda bisa sekalian menjelajahi pulau ini saat Anda ke Pulau Lewi dengan speedboat.

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

7. Meriam dan Bunker Jepang
Meriam dan Bunker peninggalan Jepang pada saat Perang Dunia II dapat Anda temukan di Desa Hatetabako, Kecamatan Wasile Tengah. Benda bersejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

8. Pulau Woto
Pulau Woto dikenal juga dengan sebutan "Pulau Otto" dan "Poelo Oto". Pulau ini sering dikunjungi oleh turis mancanegara yang hobi berselancar karena di pulau ini memiliki ombak besar. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Tropical Pix
9. Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Di taman nasional ini Anda akan menemukan Burung Bidadari yang langka dan sangat cantik, unik dan juga pandai menari. Burung Bidadari mempunyai sayap yang indah dan berwarna-warni dan sangat memikat hati. Karena kecantikan, keunikan dan keindahannya yang memikat, maka ilmuan asal inggris Alfred Russel Wallace menamainya burung bidadari. Terdapat beragam flora dan fauna di taman nasional ini yang membuat para peneliti sering berkunjung ke tempat ini. Baca Selengkapnya >>

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

10. Batu Babua
Batu Babua memiliki ketinggian 100 meter ke langit yang menyerupai candi dan berbentuk kerucut. Batu Babua dianggap sakral karena tumbuh seperti pohon sehingga disebut penduduk lokal "Babua", batu ini sering disebut juga "Batu Candi". Batu Babua berada di Taman Nasional Aketajawe Lolobata, dari Desa Wasile, akses menuju batu ini dapat ditempuh 3 jam dengan sepeda motor dan dilanjutkan trekking selama 6 jam. Ini akan menjadi petualangan yang menyenangkan bagi Anda.

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

11. Pantai Tapalo
Pulau Tapalo terkenal sebagai pulau berpantai pasir putih yang luas dan panjang serta ditumbuhi pohon cemara. Pulau ini tidak berpenghuni terletak di depan desa Gotowasi Kec. Maba Selatan, yakni sekitar 200 meter. Pulau ini dikenal dengan nama "pulau Sikekel" oleh masyarakat setempat, karena di pulau ini terdapat burung sikekel sejak zaman dulu. Tapalo dalam bahasa Gotowasi artinya disamping/sebelah. Keunikan pulau ini pada musim selatan banyak kedatangan burung Nuri, selain itu juga ditumbuhi pohon bakau sebagai tempat bertelurnya ikan dan tempat berkembang siput (kerang) yang beraneka ragam. Di desa Gotowasi juga terdapat pantai gotowasi.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Zaid Yunus Ido
12. Pulau Sai
Pulau Sai adalah pulau kecil tidak berpenghuni yang juga berada di Kecamatan Maba Selatan. Pulau ini menawarkan pantai pasir putih dan juga merupakan tempat yang cocok sekali untuk kegiatan snorkeling di sekitar perairan ini.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

13. Suku Togutil
Salah satu hal yang unik di Haltim adalah terdapat Suku Togutil yang tinggal di Hutan Belantara. Mereka hidup secara nomaden hingga saat ini, mereka selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Suku Togutil ada yang berkulit hitam dan ada juga yang berkulit putih. Sudah banyak peneliti maupun para petualang datang menemui mereka. Sebelum menjumpai Suku Togutil, sebaiknya Anda menemui ketua adat setempat terlebih dahulu untuk meminta izin dan petunjuk.

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

14. Air Terjun Cibcebi
Air terjun Cibcebi berada di desa Waci Kec. Maba Selatan dengan ketinggian 15 meter yang mengalir ke sungai Waci dan bermuara ke pantai antara dua desa yakni Desa Waci dan Petelei. Jarak air terjun ini sekitar 7 km dari Desa Waci yang dapat ditempuh dengan perahu bermotor dengan perjalanan sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan Anda disuguhi dengan pemandangan dengan hutan bakau. Keunikan di sungai ini adalah dihuni oleh buaya, gurame dan bandeng.

Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Objek Wisata Lain
Selain itu, Anda dapat juga mengunjungi pantai Mabapura di Kota Maba, pantai Buli di Kota Buli, pantai Lolobata di desa Lolobata, pantai Ekor di Nusa Jaya dan pantai Subaim yang biasa disebut Pantai Mujui di kota Subaim.

Seni Tari Tradisional
Seni tari tradisional di Haltim yang khas seperti tarian cokaiba yang dilaksanakan pada setiap memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dimana penari mengelilingi kampung dengan menggunakan pakaian yang bersimbol makhluk hidup dan bertopeng. Selain itu juga terdapat Tarian Lala merupakan tarian adat yang biasa ditampilkan pada saat acara perkawinan, penyambutan tamu dan pesta muda-mudi.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Hotel & Penginapan
Hotel & Penginapan sekelas losmen dapat Anda temukan hanya di Kota Maba dan Kota Buli. Hotel yang tersedia seperti Buli Beach Hotel di Buli, Kartika Buli Resort di Maba dan Istana Sailal Hotel. Sedangkan untuk penginapan yang sederhana terdapat pilihan seperti Firmaningsih, Marboro, Marfa, Tainmon, Masagena, Lestari, dan Rizki Delta. Untuk tempat wisata yang belum tersedia hotel dan penginapan, Anda juga bisa memilih tinggal di homestay yang disediakan oleh penduduk setempat.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)
Kartika Buli Resort  di Maba (HP: 0812-2363-636)

Kuliner

Rumah makan yang tersedia di Haltim cukup terbatas, yakni: Paramakate, Minang, Boboho, Manado, Gamesan, dan Seafood. Kuliner Haltim tentunya merupakan makanan khas Maluku Utara. Hasil laut Haltim terdapat berbagai jenis ikan, kerang bakau, lobster dan kepiting bakau. Selain itu, terdapat Guraka yang merupakan minuman khas Maluku Utara yaitu sejenis minuman yang mirip dengan bandrek dari jawa. Guraka terbuat dari rebusan jahe, gula merah dan susu dengan taburan kenari. Sajian kuliner yang unik disini adalah "Suami", makanan ini berbahan dasar parutan singkong yang dicampur dengan parutan kelapa kemudian dimasukkan ke dalam wadah berbentuk kerucut yang terbuat dari daun kelapa kemudian dikukus.


Tempat Wisata HALMAHERA TIMUR yang Wajib Dikunjungi (Provinsi Maluku Utara)

Transportasi
Untuk Memudahkan Anda berkunjung ke berbagai objek wisata. Ada baiknya Anda menyewa kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4 yang tersedia cukup banyak di daerah ini.

Akses ke Halmahera Timur
Halmahera Timur terdapat Bandara Buli. Sehingga akan mempermudah Anda berkunjung ke tempat ini. Untuk mencapai Maluku Utara, tersedia maskapai penerbangan nasional yang melakukan penerbangan setiap hari di Kota Ternate (Bandara Sultan Babullah), seperti Garuda, Sriwijaya Air, dan Lion Air. Sedangkan untuk mencapai kabupaten halmahera Timur, dapat ditempuh dengan Wings Air dari kota Ternate.

Namun, ada opsi lainnya yaitu setelah Anda tiba di Kota Ternate, Anda dapat menggunakan speedboat menuju ke Pulau Halmahera yakni Kota Sofifi yang merupakan Ibukota provinsi Maluku Utara dengan perjalanan sekitar 40 menit, kemudian Anda dapat menggunakan mobil sewaan menuju ke Buli dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Sedangkan dari Buli ke Mapa perjalanannya sekitar 1 jam. Selama perjalanan Anda akan menikmati keindahan alam Pulau Halmahera meskipun perjalanan menuju ke Halmahera Timur kondisi jalannya belum bagus semuanya saat ini.

Air Terjun Tiga Bidadari - Wisata Halmahera Timur

Air Terjun Tiga Bidadari - Wisata Halmahera Selatan

Air Terjun Tiga Bidadari sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Air terjun ini dinamakan "tiga bidadari" karena konon menurut cerita yang beredar di tengah masyarakat, dulu ada perempuan cantik yang berambut panjang dari kayangan mandi disana. Air Terjun Tiga Bidadari adalah salah satu wisata kab. Halmahera Timur di Provinsi Maluku Utara yang patut Anda kunjungi.

Air Terjun Tiga Bidadari berada di Desa Daka Ino, Kecamatan Wasile Timur. Akses ke lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan motor roda dua dan roda empat, jaraknya sekitar 45 km dari Bandara Buli. Jarak dari jalan utama ke lokasi air terjun tersebut adalah sekitar 3 km, ada baiknya Anda meminta penduduk setempat untuk menjadi pemandu. 

Anda akan trekking memasuki jalan menuju air terjun ini. Selama perjalanannya tentunya Anda akan disuguhi panorama alam pedesaan yang asri dengan hamparan sawah yang terbentang luas dengan latar perbukitan hijau. Daerah ini termasuk daerah transmigrasi dari Jawa pada tahun 1980'an sehingga sistem pertaniannya secara tidak langsung seperti yang ada di Jawa. Setelah itu, Anda akan mulai memasuki hutan yang terkadang jalannya cukup menanjak. 

Air Terjun Tiga Bidadari - Wisata Halmahera Selatan

Anda akan terpesona dengan keindahan air terjun ini ketika Anda sampai di lokasi ini. Air terjun ini merupakan salah satu air terjun terindah di Maluku Utara. Air terjun ini terdiri dari bebatuan kapur yang ketinggiannya sekitar 100 meter dengan lebar 8 meter di bagian atas dan 20 meter di bagian bawah. Sangat bagus untuk Anda jelajahi keindahan air terjun ini.

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Timur

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

Pulau Plum (Pulau Tengah) yang sering disebut juga "Pulau Plun" adalah pulau yang sangat indah dengan luas sekitar 19,27 Hektar dan memiliki taman laut yang luar biasa indah. Bagi para penyuka diving dan snorkeling, tentunya tempat ini harus masuk ke dalam daftar pribadimu yang wajib dikunjungi. Pulau Plun adalah salah satu wisata di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.


Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

Tepi pantai dengan hamparan pasir putih yang halus tentunya membuat Anda tergoda untuk bermain air. Selain itu, area pantai juga cukup luas untuk dijadikan tempat bermain bola dan volley pantai. Anda yang memiliki hobi memancing, tempat ini juga tepat sekali, terdapat ikan tenggiri, barakuda, kerapu, dan sebagainya. Selain itu Anda juga akan menemukan hewan endemik seperti kepiting kenari, burung maleo, dan sebagainya. Tentu saja Anda bisa menjelajahi pulau ini yang masih sangat alami dan terawat, luas pulau ini lebarnya hanya 250 m dengan panjang 1 km. Pulau ini juga banyak terdapat kelelawar yang sering disebut "paniki" pada saat bulan Oktober. Di pulau ini juga terdapat penginapan yang sengaja disiapkan bagi turis yang ingin menginap di pulau ini.


Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah


Akses ke Pulau Plun cukup mudah, Anda dapat menggunakan speedboat dengan lama perjalanan sekitar 60 menit dari Buli ataupun sekitar 30 menit dari ibu kota Maba.

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur



Pulau Woto dikenal juga dengan sebutan "Pulau Otto" dan "Poelo Oto". Pulau ini sering dikunjungi oleh turis mancanegara yang hobi berselancar karena di pulau ini memiliki ombak besar. Pulau Woto berada di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Selain itu Pulau Woto dikelilingi oleh pasir putih yang sangat indah. Pulau Woto termasuk tidak berpenghuni yang letaknya tidak jauh dari desa Bicoli, di Kecamatan Maba Selatan. Adapun beberapa opsi akses untuk mencapai Pulau Woto, yaitu:
1. Perjalanan dari Buli ke Pulau Woto sekitar 2 jam dengan speedboat.
2. Perjalanan dari Maba ke Pulau Woto sekitar 1.5 jam dengan speedboat
Biaya transportasi cukup besar karena anda harus menyewa speedboat tersebut. Perjalanan yang paling dekat adalah dari Desa Bicoli dengan speedboat.

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Meriam dan Bunker peninggalan Jepang pada saat Perang Dunia II dapat Anda temukan di Desa Hatetabako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Benda bersejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi.

Anda dapat melihat moncong meriam yang dengan sengaja telah dirusaki oleh pasukan sekutu dengan cara meledakkan granat di moncong meriam. Kawasan ini di bombardir oleh pasukan sekutu di bulan November hingga Desember 1944.

Bunker Jepang dapat Anda temukan sekitar 50 meter dari pesisir pantai Desa Hatetabako. Bangunan ini memiliki struktur beton dan kerangka besi terdapat empat pintu dan dua ruangan, masing-masing ruangannya dihubungkan dengan lorong-lorong panjang. Bangunan ini dibangun oleh pasukan Jepang pada tahun 1943 untuk menghalau serangan udara dan laut pasukan sekutu yang bermarkas di pulau Morotai. Namun pada tahun 1944 pasukan Jepang dikalahkan oleh sekutu pada perang Pasifik. 

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur
Sumber: Foto Tutu Maluleo

Anda juga dapat menemukan bunker yang terdiri dari 20 pintu yang menjadi tempat persembunyian tentara Jepang. Bunker tersebut terbuat dari tanah liat dan dipahat dengan sempurna. Dari satu pintu ke pintu lain saling berhubungan.

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Selain melihat benda bersejarah, tentunya Anda bisa bersantai di tepi pantai tersebut yang merupakan hamparan pasir putih halus dengan laut yang jernih menjadi tempat yang sangat cocok untuk menikmati pemandangan yang indah dan bermain air. Desa ini jaraknya sekitar 30 km dari Desa Subaim di Kecamatan Wasile. Kondisi jalan belum aspal namun masih bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, waktu kunjungan yang terbaik adalah pada saat musim kemarau.

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Wisata Halmahera Timur

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Wisata Halmahera Timur

Taman Nasional Aketajawe Lolobata terdapat beragam flora dan fauna yang telah menarik minat peneliti untuk berkunjung ke taman nasional ini. Taman Aketajawe Lolobata berada di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Bagi pecinta petualangan, tentunya taman nasional ini juga menjadi hal yang sangat menarik bagi Anda. Salah satu yang paling menarik perhatian bagi pengunjung adalah Burung Bidadari yang langka dan sangat cantik, unik dan juga pandai menari. Burung Bidadari mempunyai sayap yang indah dan berwarna-warni dan sangat memikat hati. 

Taman Nasional Aketajawe Lolobata ditetapkan pada tanggal 18 Oktober 2004 yang luasnya mencapai 167.300 hektar yakni sekitar 9% dari luas Pulau Halmahera. Balai taman nasional ini berada di kompleks Perkantoran Pemda Provinsi Maluku Utara di Kota Sofifi, Anda dapat mencari informasi terlebih dahulu di balai tersebut untuk memudahkan Anda menjelajahi taman nasional tersebut. Taman nasional ini terbagi menjadi dua blok kawasan, yaitu blok Aketajawe (77.100 hektar) dan blok Lolobata (90.200 hektar). 

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Wisata Halmahera Timur
Sumber: Foto Petualang Adita di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (Detik.com)

Beragam flora dan fauna yang dapat temukan di taman nasional ini:

1. Jenis-jenis burung perkampungan, seperti jenis-jenis bondol (Lonchura spp.), isap-madu (Nectarinia spp.), sikatan kebun (Rhypidura leucophris), tekukur biasa (Streptopelia chinensis), dan sebagainya.

2. Di daerah sungai dapat ditemukan ikan, udang, kerang, dan sebagainya. 

3. Jenis-jenis tumbuhan atau vegetasi yang dapat Anda temukan adalah damar (Agathis sp.), cemara gunung (Casuarina sumatrana), bintangur (Calophyllum inophyllum), kayu bugis (Koordersiodendron pinnatum), benuang (Octomeles sumatrana), nyatoh (Palaquium obtusifolium), Anthocephalus chinensis, Duabanga moluccana dan Piper aduncum serta beberapa jenis kenari (Canariumspp.). Terdapat juga beragam jenis anggrek yang terdapat di dalam kawasan, serta jenis-jenis kantung semar (Nepenthes sp.) di daerah dataran tinggi kawasan.

4. Diperkirakan setidaknya terdapat 33 jenis mamalia di dalam kawasan ini yakni meliputi jenis-jenis kuskus (seperti kuskus maluku [Phalanger ornatus]), bajing terbang (Petaurus breviceps papuanus), beragam kelelawar (ordo: Chiroptera), musang (Viviridae), babi hutan (Sus schrofa), rusa (Cervus timorensis), serta beberap jenis tikus (Muridae). Dari 33 jenis ini, enam jenis di antaranya endemik Maluku Utara (satu jenis di antaranya kuskus: Phalanger sp. merupakan jenis endemik Halmahera). Terdapat juga dua jenis endemik untuk kawasan Maluku dan Maluku Utara.

5. Hasil survei oleh Burung Indonesia, menunjukkan setidaknya terdapat 104 jenis (39 suku) burung di dalam kawasan taman nasional ini diantaranya terdapat 25 jenis burung khas (endemik) Maluku Utara termasuk empat jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu mandar gendang (Habroptila wallacii), cekakak murung (Todiramphus fenubris), kepudang-sungu halmahera (Coracina parvula), dan kepudang halmahera (Oriolus phaeocromus). Jenis-jenis burung lain yang cukup menarik, seperti bidadari halmahera (Semioptera wallacii), kakatua putih (Cacatua alba), kasturi ternate (Lorius garrulus), paok halmahera (Pitta maxima), julang irian (Aceros plicatus), gosong kelam (Megapodius freycinet), beragam pergam (Ducula spp.) serta walik (Ptilinopus spp.), dan sebagainya. 

Lima jenis di antara 104 jenis merupakan sub-jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu nuri-raja ambon (Alisterus amboinensis hypophonius), cekakak-pita biasa (Tanysiptera galatea browningi), kehicap tengkuk-putih (Monarcha pileatus pileatus), bidadari halmahera (Semioptera wallacii halmaherae), dan kacamata halmahera (Zosterops atriceps fuscifrons).

Dari 104 jenis tersebut, 23 jenis diantaranya dilindungi oleh Pemerintah Republik Indonesia, seperti elang tiram (Pandion haliaetus), elang bondol (Haliastur indus), junai mas (Caloenas nicobarica), nuri bayan (Eclectus roratus), raja-udang biru-langit (Alcedo azurea), bidadari halmahera, gagak cendrawasih (Lycocorax pyrrhopterus), dan sebagainya. 

6. Diperkirakan setidaknya terdapat 53 jenis reptilia di dalam kawasan ini. Beberapa di antaranya adalah kadal air (Hidrosaurus amboinensis), biawak atau soa-soa (Varanus indicus), kadal daun (Emoia sorex), kadal raksasa (Tiliqua gigas), ular python batik (Python reticulatus), ular hitam (Stegonotus batjanensis), dan diperkirakan juga masih terdapat buaya muara (Crocodilus porosus). Dari 53 jenis tersebut, delapan jenis merupakan endemik Maluku Utara, termasuk satu jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu jenis ular Tropidonophis punctiventris.

7. Diperkirakan terdapat 17 jenis amfibia di dalam kawasan ini. Beberapa di antaranya adalah jenis katak pohon hijau yang cukup umum Litoria infrafrenata, katak sungai biasa Rana papuaatau, katak-katak kerdil (Microhylidae) seperti jenis Oreophryne frontifasciataDari 17 jenis tersebut, lima jenis endemik Maluku Utara dan empat jenis endemik Pulau Halmahera, yaitu Callulops dubia, Cophixalus montanus, Hylophorbus boettgeri, dan Hyla rueppelli.

Kawasan ini juga menjadi tempat perlindungan burung-burung paling terancam dan langka secara global menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), yaitu mandar gendang, kakatua putih, kasturi ternate, cekakak murung, dan cikukua hitam (Philemon fuscicapillus).

Akses

Ada 2 jalur menuju ke Taman Nasional Aketajawe Lolobata:
1. Naik speedboat dari Desa Subaim (Wasile) sekitar 30 menit atau naik mobil sewa dari Subaim yang perjalanannya sekitar 1 jam.
2. Naik speedboat dari Desa Daru (Tobelo Selatan) sekitar 40 menit.